Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penopang kinerja industri perusahaan pembiayaan hingga semester I-2026. Tren kendaraan listrik dan hybrid yang semakin berkembang turut membuka ruang pertumbuhan baru bagi pembiayaan di sektor otomotif.
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch. Riezky Purnomo mengatakan, perkembangan kendaraan listrik menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong peningkatan pembiayaan kendaraan bermotor.
Berdasarkan data OJK per Juni 2026, kendaraan bermotor roda empat baru menjadi objek pembiayaan dengan porsi terbesar. Segmen tersebut memiliki porsi 26,41% dengan nilai pembiayaan mencapai Rp142,94 triliun.
Selanjutnya, kendaraan bermotor roda empat bekas menempati posisi kedua dengan porsi 16,17%. Nilai pembiayaan pada segmen tersebut tercatat sebesar Rp87,53 triliun.
Baca Juga: Sejumlah Bank Terus Genjot Penyaluran KPR FLPP hingga Pertengahan Tahun Ini
Menurut Riezky, pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor tersebut salah satunya dipengaruhi oleh semakin berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia.
"Fenomena ini terjadi karena memang adanya peningkatan pembiayaan terhadap mobil-mobil listrik," ujarnya di Webinar OJK Institute, Kamis (3/9/26).
Selain faktor peningkatan minat terhadap kendaraan listrik, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik yang tersedia di pasar. Pilihan tersebut mencakup variasi model hingga rentang harga yang semakin luas sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Pembiayaan Mobil Hybrid Terbesar
Jika diperinci berdasarkan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid, kendaraan bermotor roda empat hybrid menjadi segmen dengan porsi terbesar.
OJK mencatat pembiayaan kendaraan bermotor roda empat hybrid mencapai porsi 48,66%, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp11,97 triliun.
Setelahnya, kendaraan bermotor roda empat listrik mencatat porsi 35,31% dengan nilai pembiayaan mencapai Rp8,69 triliun.
Data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil hybrid dan listrik, mulai mengambil peran dalam pertumbuhan bisnis perusahaan pembiayaan. Perkembangan ini sejalan dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan produsen otomotif di pasar domestik.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance Catat NPF 1,31% hingga Agustus 2026
Pembiayaan Motor Juga Tumbuh
Di sisi lain, pembiayaan kendaraan roda dua juga tetap menunjukkan kinerja positif meskipun porsinya masih lebih kecil dibandingkan kendaraan roda empat.
Per Juni 2026, nilai pembiayaan kendaraan bermotor roda dua baru tercatat sebesar Rp90,09 triliun. Sementara itu, pembiayaan kendaraan bermotor roda dua bekas mencapai Rp23,21 triliun.
Untuk kendaraan roda dua berbasis elektrifikasi, pembiayaan kendaraan bermotor roda dua hybrid tercatat sebesar Rp3,64 triliun.
Adapun pembiayaan kendaraan bermotor roda dua listrik mencapai Rp310 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














