kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.047   55,00   0,32%
  • IDX 6.971   -55,78   -0,79%
  • KOMPAS100 962   -8,99   -0,93%
  • LQ45 705   -9,96   -1,39%
  • ISSI 250   -1,18   -0,47%
  • IDX30 387   -2,03   -0,52%
  • IDXHIDIV20 481   -2,12   -0,44%
  • IDX80 108   -1,28   -1,17%
  • IDXV30 132   -0,80   -0,60%
  • IDXQ30 126   -0,93   -0,73%

Biaya dana rendah, dana murah melimpah, margin bank berpotensi naik


Selasa, 23 Maret 2021 / 20:24 WIB
ILUSTRASI. Dana murah di perbankan melimpah seiring tren penurunan bunga dana.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Khomarul Hidayat

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah berpandangan, fenomena perbankan di Indonesia memang unik. Sebab, secara historis ketika BI menurunkan suku bunga acuan, bank akan dengan cepat menurunkan suku bunga deposito. Meski begitu, penurunan bunga kredit justru lambat. "Dalam kondisi seperti ini, margin bunga bersih (NIM) cenderung melebar," katanya.

Kondisi ini pernah terjadi di tahun 2016, ketika BI menurunkan bunga acuan secara agresif. Saat bunga deposito turun mengikuti bunga acuan, bunga kredit lebih memakan waktu. Hasilnya, target pemerintah untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi single digit pun kandas.

Kejadian serupa terjadi saat ini, bunga acuan BI sudah turun bahkan terendah sepanjang sejarah BI, tetapi suku bunga kredit turun relatif terbatas dan juga tidak merata. "Beberapa bank BUMN memang sudah menurunkan SBDK bahkan hingga single digit, tetapi di bank swasta lainnya masih relatif tinggi," imbuhnya.

Kondisi ini disebabkan dua hal. Pertama, kondisi likuiditas perbankan yang tidak sama, yakni bank kecil punya likuiditas yang lebih ketat. Kedua, permasalahan risiko kredit yang meningkat akibat pandemi. "Kondisi ini menguntungkan bagi bank besar dengan CoF rendah, yang bisa memanfaatkan kondisi dengan melebarkan NIM," kata Piter.

Tapi, apabila penurunan bunga deposito dan SBDK sudah terjadi di bank besar maka mekanisme pasar akan bekerja. Bank-bank lain pun akan turut serta menurunkan bunga kreditnya agar bisa bersaing di tengah permintaan kredit yang terbatas.

Selanjutnya: Hore, bank swasta besar ikut turunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) ke single digit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×