kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bisnis perusahaan multifinance masih tertekan pandemi


Sabtu, 18 September 2021 / 06:49 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan pembayaran kredit melalui aplikasi digital di kantor cabang perusahaan pembiayaan di Jakarta, Jumat (10/9/2021). Bisnis perusahaan multifinance masih tertekan pandemi


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

"Nilai pendanaan yang telah CNAF dapatkan selama semester I-2021 mencapai Rp 1 triliun. Nilai tersebut di luar pembiayaan bersama dengan induk usaha sebesar Rp 2,5 trilliun," ujar Ristiawan.

Fasilitas pendanaan baru yang CNAF terima di Juli dan Agustus 2021 sebesar Rp 700 miliar. Sedangkan sampai dengan akhir 2021, CNAF telah memiliki kontrak kerjasama yang tersedia dengan perbankan sebesar Rp 1,6 triliun, di luar join financing dengan dengan induk usaha.

Pendanaan di Mandiri Utama Finance (MUF) juga masih terjaga, Pendanaan joint financing MUF masih tumbuh 12,1% yoy, sementara untuk pendanaan executing tumbuh 27,1% yoy. "Di tahun 2021 MUF masih fokus pada pinjaman bilateral dari perbankan," ujar Direktur Utama MUF, Stanley Setia Atmadja.

Selanjutnya: Bank garap bisnis PayLater, berapa bunganya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×