kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Bisnis Remitansi Menjanjikan, Kiriman Uang PMI Tembus US$9,16 Miliar


Jumat, 18 September 2026 / 05:35 WIB
Bisnis Remitansi Menjanjikan, Kiriman Uang PMI Tembus US$9,16 Miliar
ILUSTRASI. Arus uang dari pekerja migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air semakin besar dan membuka ruang bagi perbankan untuk memperluas bisnis remitansi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus uang dari pekerja migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air semakin besar dan membuka ruang bagi perbankan untuk memperluas bisnis remitansi sekaligus layanan keuangan bagi pekerja migran dan keluarganya.

Berdasarkan data sementara Bank Indonesia (BI) dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), remitansi PMI pada semester I 2026 mencapai US$ 9,16 miliar atau sekitar Rp 162 triliun. Nilai tersebut meningkat 8,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Muh. Fachri mengatakan, besarnya aliran remitansi perlu diikuti dengan pengelolaan dana yang lebih baik, termasuk untuk tabungan dan investasi.

“Gajinya sudah bisa dipilah berapa untuk ditabung, berapa untuk bayar utang, berapa untuk keluarga, berapa untuk rencana investasi,” kata Fachri dalam acara penandatanganan kerja sama Women's World Banking dan KP2MI mengenai kajian dampak remitansi PMI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Uang Pekerja Migran Makin Deras, Bisnis Remitansi Bank Makin Menjanjikan

Regional Director Southeast Asia Women’s World Banking Angelique Timmer mengatakan, perbankan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan PMI, termasuk dalam mengelola dana yang diterima dari luar negeri agar dapat memberikan manfaat bagi keluarga.

“Bank memainkan peran yang sangat penting untuk membawa literasi keuangan menjadi kemampuan, termasuk bagaimana mengontrol saat mereka mendapatkan uang dari luar negeri sehingga uang tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Pertumbuhan remitansi secara nasional turut menjadi peluang bagi perbankan untuk mengembangkan bisnis pengiriman uang lintas negara. PT Bank Mandiri Tbk melalui anak usahanya, Mandiri Remittance, mencatat jumlah transaksi sebanyak 32.488 transaksi pada kuartal II 2026.

Jumlah tersebut meningkat 73,2% secara tahunan (yoy) dibandingkan 18.759 transaksi pada kuartal II 2025. Mengutip paparan kinerja perseroan semester I 2026, pertumbuhan transaksi tersebut turut mendorong fee remitansi naik 98,1% menjadi Rp 750 juta dari Rp 380 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain mengembangkan bisnis remitansi, Bank Mandiri juga memperkuat layanan dan edukasi keuangan bagi PMI. Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional pada Juni 2026, Mandiri menyebut Program Kelompok Belajar (Pokjar) telah menjangkau 21.074 PMI aktif di berbagai negara tujuan kerja.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan program tersebut mencakup edukasi literasi keuangan, akses layanan perbankan formal, serta kemudahan remitansi melalui Mandiri International Remittance di Malaysia.

"Melalui perluasan akses keuangan, pembiayaan produktif, pemberdayaan PMI, dan penguatan kapasitas UMKM, kami ingin terus berkontribusi membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan lestari," ujar Henry dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga mencatat kenaikan pendapatan dari bisnis remitansi. Dalam paparan kinerja BNI semester I 2026, pendapatan fee remitansi mencapai Rp 138 miliar, naik 2,8% dibandingkan Rp 134 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Masih Bermunculan, OJK Ungkap 951 Entitas Dihentikan

PT Bank CIMB Niaga Tbk turut mencatat pertumbuhan fee remitansi. Dalam paparan kinerja 2Q26, fee remitansi CIMB Niaga tumbuh 105% secara tahunan pada kuartal II 2026. Secara year-to-date (ytd), remitansi menyumbang 4% dari total fee and commission income perseroan.

Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga terus memperkuat bisnis remitansi dengan menyasar pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Langkah tersebut dilakukan melalui peluncuran BRImo Taiwan di New Taipei City Hall pada Minggu (23/8).

Hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan-Indonesia melalui BRI mencapai sekitar US$ 490 juta, dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kehadiran BRI di Taiwan tidak hanya untuk menyediakan layanan perbankan, tetapi juga memperkuat konektivitas finansial diaspora dengan Indonesia.

“Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia,” ujar Dhanny dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×