Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform Securities Crowdfunding (SCF) Bizhare menargetkan dana kelolaan tumbuh 150% dibandingkan pencapaian mereka di akhir tahun 2025.
Sepanjang 2025, Bizhare telah mencatat pertumbuhan pengumpulan dana lebih dari 120% dari tahun sebelumnya. Hingga kini, Bizhare telah memfasilitasi pendanaan lebih dari Rp 300 miliar dengan melibatkan lebih dari 350.000 investor dan mendukung lebih dari 200 penerbit di seluruh Indonesia.
Founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent menyebut bahwa minat investor terhadap instrumen securities crowdfunding masih tetap kuat, terutama pada penerbit dengan arus kas yang jelas, tata kelola yang baik, dan transparansi pelaporan.
Baca Juga: Begini Strategi Great Eastern General Insurance Kejar Pertumbuhan Premi pada 2026
"Kami melihat minat investor baik investor individual maupun institusi tetap kuat khususnya, pada instrumen yang memiliki keuntungan menarik, sesuai dengan profil risiko mereka, arus kas yang jelas, dan transparansi dalam hal pelaporan," ujar Heinrich pada Kontan, Sabtu (3/1/26).
Heinrich juga mengatakan bahwa di tahun sebelumnya, Bizhare telah fokus para penguatan fundamental, meliputi kurasi penerbit dengan kualitas terbaik, memperketat tata kelola manajemen risiko, monitoring portofolio dan komunikasi performa kepada investor.
Langkah tersebut mendorong keberhasilan Bizhare dalam mencatat pertumbuhan yang solid, tercermin dari penerbit obligasi dan sukuk yang mencatat tingkat keberhasilan investasi 100% atau non-performing loan (NPL) 0%. Sementara itu, penerbit saham mampu merealisasikan dividen yield lebih dari 90% dari target yang direncanakan.
Baca Juga: Strategi Perbankan Jaga Profitabilitas di Tengah Kenaikan Biaya Operasional
Berkaca dari keberhasilan yang sudah diraih, Heinrich menyatakan bahwa Bizhare akan terus fokus memperkuat pendanaan pada sektor dengan demand kuat dan sudah terbukti sukses, memiliki indikator keuangan yang terukur, serta dapat dimonitor secara operasional dan finansial dengan baik.
Dengan langkah tersebut, Bizhare akan memprioritaskan pendanaan pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi kuat.
Beberapa di antaranya adalah bisnis yang berbasis konsumsi dan kebutuhan esensial seperti makanan dan minuman (F&B), kesehatan, kecantikan, serta energi terbarukan.
Selain itu, Bizhare juga membidik proyek-proyek dengan kontrak atau purchase order (PO) yang jelas, termasuk sektor pengadaan barang, jasa, dan teknologi.
Serta sektor produktif berbasis supply chain yang memiliki kontrol inventory dan pembayaran dari off taker yang jelas.
Dengan target dan strategi yang terukur, Bizhare berupaya menargetkan pertumbuhan yang tidak hanya bersifat ekspansif, tetapi juga berkualitas, seiring upaya memperkuat rekam jejak portofolio dan menjaga kepercayaan investor di industri securities crowdfunding.
"Di 2026, tujuan utamanya bukan hanya ekspansi volume, tetapi menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas, untuk memperbesar kepercayaan investor melalui rekam jejak portofolio dan tata kelola yang makin matang," pungkas Heinrich.
Selanjutnya: Di Usia 70, Mantan CEO Google Eric Schmidt Bangun Infrastruktur AI
Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













