kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah Akses Pendanaan Perusahaan Tertutup


Minggu, 19 Juli 2026 / 17:01 WIB
Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah Akses Pendanaan Perusahaan Tertutup
ILUSTRASI. Citibank N.A., Indonesia Berhasil Bukukan Laba Bersih sebesar Rp 596 Miliar Pada Triwulan Pertama 2 (Dok/Citi Indonesia)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - ​JAKARTA. Citigroup (Citi) meluncurkan Digital Depositary Receipts (DDR), instrumen berbasis blockchain yang ditujukan untuk memperluas akses pendanaan bagi perusahaan tertutup (private companies) sekaligus membuka peluang investasi baru bagi investor global.

Melalui produk ini, Citi mengklaim menjadi perusahaan jasa keuangan global pertama yang bertindak sekaligus sebagai penerbit (issuer) dan bank kustodian untuk tokenized depositary receipts yang merepresentasikan kepemilikan saham perusahaan tertutup.

Peluncuran produk ini dilakukan di tengah tren semakin lamanya waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk melantai di bursa melalui initial public offering (IPO). Kondisi tersebut mendorong banyak perusahaan tertutup mencari alternatif memperoleh likuiditas tanpa harus bergantung pada pasar sekunder yang dinilai masih terfragmentasi dan melibatkan banyak perantara.

Citi menilai struktur transaksi di pasar tersebut kerap menimbulkan biaya tambahan dan proses yang lebih kompleks. Melalui Digital Depositary Receipts, perusahaan menawarkan mekanisme yang lebih sederhana dengan menggabungkan fungsi penerbit dan kustodian dalam satu institusi.

Produk ini dibangun di atas layanan Digital Depositary dan Custody milik Citi. Tokenized depositary receipts diterbitkan menggunakan infrastruktur blockchain yang dioperasikan oleh SIX, salah satu lembaga penyimpanan dan penyelesaian (central securities depository) digital yang telah diregulasi. Dalam skema ini, Citi juga bertugas sebagai bank kustodian yang menangani penyelesaian transaksi serta penyimpanan instrumen digital tersebut.

Transaksi perdana dilakukan bersama Kaleido, perusahaan penyedia platform tokenisasi aset digital yang juga merupakan perusahaan portofolio Citi. Sejumlah investor dari bisnis Wealth Citi turut berpartisipasi dalam transaksi tersebut dengan dukungan unit Secondary Private Markets.

Baca Juga: Citi Indonesia Optimistis Kinerjanya Makin Cerah pada Semester II-2026

Head of Partnerships and Innovation Citi Services Biswarup Chatterjee mengatakan, perkembangan pasar perusahaan tertutup membutuhkan infrastruktur yang lebih efisien dan tepercaya.

Menurut dia, Digital Depositary Receipts dirancang untuk menjaga keamanan aset sekaligus mendukung aktivitas pasar modal dengan standar yang setara dengan pasar keuangan konvensional.

"Dengan interoperabilitas yang dimiliki, produk ini diharapkan dapat mendukung lebih banyak emiten dan investor seiring berkembangnya infrastruktur pasar aset digital," ujar Biswarup dalam keterangan resminya.

Bagi perusahaan tertutup, instrumen ini memungkinkan penghimpunan dana dan pengalihan kepemilikan dilakukan tanpa harus menjadi perusahaan publik maupun mengubah struktur kepemilikan saham utama. Perusahaan juga tetap dapat mempertahankan hak suara serta pengelolaan struktur pemegang saham.

Di sisi investor, khususnya nasabah Wealth Citi, produk tersebut menambah pilihan investasi pada aset perusahaan tertutup melalui struktur investasi yang telah dikenal, dengan tetap mempertahankan standar pengamanan operasional.

Head of Digital Assets for Wealth Citi, Deborah Querub, mengatakan pihaknya ingin memperluas akses investasi pada aset digital tanpa mengubah pengalaman investasi yang telah terbiasa digunakan nasabah.

"Transaksi ini menjadi langkah awal dalam memanfaatkan kapabilitas digital untuk memperluas pilihan investasi bagi klien Wealth kami," kata Deborah.

Founder dan CEO Kaleido Steve Cerveny menilai, model tersebut memberikan alternatif baru bagi perusahaan tertutup untuk memperoleh pendanaan dengan tata kelola yang lebih transparan dibanding mekanisme yang selama ini tersedia di pasar.

Ke depan, Citi menyatakan tengah mengkaji pengembangan layanan Digital Depositary Receipts agar dapat digunakan pada berbagai infrastruktur pasar keuangan, baik sistem keuangan digital maupun tradisional, serta di berbagai jaringan blockchain.

Baca Juga: Di Tengah Gejolak, Bos Citi Indonesia Sebut Belum Ada Debitur yang Minta Kelonggaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×