kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BNI bidik pertumbuhan kredit UKM 17%


Kamis, 23 April 2015 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah sukun.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bonus pelonggaran rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) menggiurkan bagi bank. Misalnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan meningkatkan penyaluran kredit di sektor usaha kecil dan menengah (UKM) agar memperoleh perluasan batas atas rasio LDR.

“Kami membidik pertumbuhan kredit UKM sebesar 15%-17% pada tahun ini,” kata Sutanto, Direktur Business Banking II BNI, Kamis (23/4). Artinya, penyaluran kredit sektor ini ini akan mencapai sekitar Rp 92,80 triiliun - Rp 94,41 triliun pada akhir tahun 2015, dengan realisasi kredit UKM sebesar Rp 77,40 triliun per kuartal I-2015

Dari total kredit UKM sebesar Rp 77,40 triliun tersebut, yang mengalir ke kredit kecil sebesar Rp 37 triliun, dan kredit menengah sebesar Rp 40,40 triliun. 

Sutanto menambahkan, peningkatan kredit UKM akan terfokus ada penyaluran kredit ke segmen kredit kecil. “Kami akan menggelontorkan kredit usaha kecil dengan outstanding Rp 45 triliun pada akhir tahun,” tambahnya.

Lanjutnya, pertumbuhan kredit usaha kecil tersebut maka akan meningkatkan porsi kredit usaha kecil akan 1% terhadap total kredit, dari porsi kredit kecil sebesar 13% per kuartal I-2015 terhadap total kredit sebesar Rp 269,21 triliun per kuartal I-2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×