kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BNI bidik transaksi QR code capai 20% dari total transaksi EDC tahun depan


Selasa, 20 Agustus 2019 / 09:02 WIB
BNI bidik transaksi QR code capai 20% dari total transaksi EDC tahun depan
ILUSTRASI. Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Code

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peresmian QR Code Indonesia Standard (QRIS) diharapkan bisa memacu pendapatan komisi bank. Sebab, QRIS akan menciptakan interkoneksi dan interoperabilitas antar platform kode QR.

Sederhananya melalui QRIS pengguna paltform kode QR dari perusahaan teknologi finansial semial Go Pay, Ovo bisa digunakan di jaringan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebagai acquirer misalnya. Apalagi Bank Indonesia telah menentukan biaya merchant baik antar jaringan (on us) maupun lintas jaringan (off us) sebesar 0,7%.

Biaya tersebut kelak akan didistribusikan untuk issuer sebesar 37%, untuk acquirer 39%, lembaga switchig 18%, lembaga service 4%, dan lembaga standardisasi sebesar 2%. Ini yang bisa jadi peluang tambahan pendapatan bank.

Baca Juga: Bunga BRI tertinggi, ini update bunga deposito BCA, BNI, BRI dan Bank Mandiri (19/8)

Vice President e channel BNI Fajar Kusuma Nugraha juga optimistis via QRIS, transaksi melalui mesin electronic data captured (EDC) bisa terdongkrak, dan pada akhirnya ikut mengerek pendapatan komisi BNI.

“Proyeksinya, transaksi QR Code di EDC milik BNI bisa mencapai 20% dari total sales volume transaksi melalui EDC pada 2020. Sementara kontribusinya ke pendapatan komisi kurang lebih juga mencapai 20% dari total kontribusi transaksi EDC,” katanya kepada KONTAN, Senin (19/8).

Baca Juga: Bank jamin keamanan penggunaan QRIS

Sebagai informasi, setelah diresmikan Bank Indonesia pada Sabtu (17/8) lalu, QRIS akan mulai implementasi penuh pada 2020. Sedangkan saat ini QRIS ditentukan bank sentral akan berbasis merchant presented mode. Mekanismenya terbagi dua: statis melalui kode QR berupa stiker dan dinamis melalui kode QR yang dihasilkan dari mesin EDC.

Pada 2020 kelak, bank berlogo 46 ini juga menargetkan untuk mencatat sales volume transaksi EDC senilai Rp 200 triliun. Dari nilai tersebut kontribusinya ke pendapatan komisi ditargetkan bisa mencapai Rp 120 miliar.

Baca Juga: BNI Syariah yakin POJK sinergi bakal percepat bisnis

“Saat ini kami terus memperluas akseptasi mesin EDC kami untuk dapat memindai QR code sesuai ketentuan QRIS. Sekitar 25 % atau 50.000 EDC sudah terimplementasi, sampai akhir tahun targetnya seluruh EDC kami sebanyak 193.000 sudah support QRIS,” lanjutnya.


Tag


TERBARU

Close [X]
×