Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan pesat transaksi QRIS Cross Border sepanjang 2025, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri.
Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025, nilai transaksi QRIS Cross Border melonjak hingga 240% secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan ini terutama didorong oleh tingginya perjalanan masyarakat Indonesia ke sejumlah negara tujuan utama.
“Transaksi paling dominan terjadi di Malaysia, Singapura, dan Thailand karena kedekatan geografis serta intensitas perjalanan yang tinggi. Selain itu, transaksi di Jepang juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ujar Mesah kepada Kontan.co.id, Senin (26/1/2026).
Dari sisi penggunaan, transaksi QRIS Cross Border di luar negeri saat ini paling banyak dilakukan pada empat kategori merchant yang umum dikunjungi wisatawan, yakni ritel, food & beverage (F&B), transportasi, serta tempat wisata. Adapun hingga kini, akseptasi QRIS Cross Border telah tersedia di empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
Baca Juga: KUR Perumahan BNI Tumbuh Positif, Penyaluran Tembus Rp 810,31 Miliar
BNI pun berencana memperluas jangkauan layanan ini ke negara lain. “Ke depan, akseptasi QRIS Cross Border akan diperluas ke China dan Korea Selatan yang direncanakan mulai kuartal I-2026,” imbuh Mesah.
Meski popularitas QRIS terus meningkat, BNI mencatat transaksi menggunakan kartu internasional masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, transaksi kartu Visa dan Mastercard melalui BNI tercatat tumbuh 5,7%. Menurut Mesah, hal ini mencerminkan bahwa pilihan alat pembayaran masyarakat Indonesia kini semakin beragam.
“Melalui aplikasi wondr by BNI, nasabah juga diberikan fleksibilitas untuk bertransaksi QRIS dengan sumber dana dari rekening debit maupun kartu kredit,” jelasnya.
Ke depan, BNI memproyeksikan volume transaksi QRIS Cross Border akan terus meningkat pada 2026. Perubahan perilaku wisatawan yang semakin nyaman menggunakan QRIS dibandingkan menukar uang tunai atau membawa uang kertas menjadi salah satu pendorong utama.
Baca Juga: BNI Catat Respons Positif Usai Naikkan Bunga Deposito Valas ke 4%
Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari negara mitra QRIS juga diharapkan turut mendongkrak volume transaksi QRIS Cross Border dari luar negeri.
Untuk menggenjot pertumbuhan tersebut, BNI mengandalkan strategi perluasan akseptasi dan aktivasi langsung di titik-titik strategis. Aktivasi dilakukan di bandara, hotel, agen perjalanan, hingga kawasan wisata melalui pemasangan signage QRIS serta kerja sama dengan merchant lokal.
“Dengan pendekatan ini, kami ingin meningkatkan awareness nasabah bahwa QRIS dapat digunakan di luar negeri dengan cara yang sama mudahnya seperti di dalam negeri,” pungkas Mesah.
Selanjutnya: Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Bidik 9,59 Juta Pengunjung pada Tahun 2026
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













