kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI Finance Targetkan Pembiayaan Kendaraan Listrik Rp 150 Miliar pada 2024


Jumat, 10 Mei 2024 / 08:17 WIB
BNI Finance Targetkan Pembiayaan Kendaraan Listrik Rp 150 Miliar pada 2024
ILUSTRASI. pembiayaan kendaraan listrik BNI Finance hingga April 2024 capai Rp 48,8 miliar.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Multifinance atau BNI Finance menargetkan pembiayaan kendaraan listrik pada tahun ini sebesar Rp 150 miliar.

Direktur Bisnis BNI Multifinance Albertus Hendi mengatakan pencapaian pembiayaan kendaraan listrik sudah 32,5% per April 2024 dari target yang ditentukan pada 2024.

"Adapun pembiayaan kendaraan listrik hingga April 2024 sebesar Rp 48,8 miliar," ucapnya kepada Kontan, Rabu (8/5).

Untuk mencapai target Rp 150 miliar pada tahun ini, Albertus mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menggelar pameran dengan beberapa dealer kendaraan listrik.

Baca Juga: BI Rate Naik, BNI Finance Tidak Revisi Target Pembiayaan Tahun 2024

Albertus menambahkan pembiayaan kendaraan listrik berkontribusi 2% terhadap total pembiayaan perusahaan per April 2024. 

Sementara itu, Albertus menyampaikan BNI Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru pada 2024 sebesar Rp 5,25 triliun.

Sampai kuartal I-2024, dia bilang total penyaluran pembiayaan baru BNI Finance sudah mencapai Rp 1,49 triliun, atau tumbuh 454% secara tahunan. 

Albertus juga mengatakan angka Non Performing Financing (NPF) perusahaan masih di bawah 1% pada kuartal I-2024. Dia menerangkan pihaknya akan melakukan sejumlah strategi untuk mempertahankan angka NPF tidak membengkak.

Salah satu caranya, yakni lebih selektif dalam proses pemberian kredit atau memilih calon debitur yang kemampuannya memadai saat diberikan pinjaman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×