kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

BNI Menilai Dampak Kenaikan Harga Energi ke Kredit Masih Terkendali


Rabu, 08 April 2026 / 19:28 WIB
BNI Menilai Dampak Kenaikan Harga Energi ke Kredit Masih Terkendali
ILUSTRASI. BNI menilai kenaikan harga energi global belum memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja kredit perbankan. (DOK/BNI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menilai kenaikan harga energi global belum memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja kredit perbankan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi faktor yang perlu dicermati di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, hingga saat ini dampak kenaikan harga energi masih relatif terkendali dan belum mempengaruhi kinerja kredit secara keseluruhan.

“BNI memandang kenaikan harga energi global sebagai faktor yang perlu dicermati, namun dampaknya masih relatif terkendali,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: MSIG Life Gandeng Nanobank Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa SIAGA

Dari sisi penyaluran kredit, BNI melihat adanya perbedaan dinamika antar sektor. Sektor perdagangan masih mencatatkan pertumbuhan yang baik, ditopang oleh konsumsi domestik yang terjaga serta aktivitas distribusi yang tetap berjalan stabil.

Sementara itu, pelaku usaha secara umum masih memiliki sentimen positif, meskipun cenderung lebih selektif dalam melakukan ekspansi bisnis.

Dari sisi kualitas aset, BNI memastikan risiko kredit tetap berada dalam koridor yang sehat dan terkelola dengan baik. Prospek ke depan juga dinilai masih positif, seiring permintaan domestik yang solid serta upaya efisiensi yang dilakukan pelaku usaha.

Untuk menjaga kualitas portofolio, BNI menerapkan strategi pertumbuhan kredit yang selektif dengan mengutamakan debitur berfundamental kuat. Selain itu, perseroan juga memperkuat sistem monitoring risiko melalui penerapan early warning system.

Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border BNI Melonjak 240% pada 2025

BNI turut mengoptimalkan pendekatan value chain financing berbasis ekosistem nasabah guna memperkuat kualitas pembiayaan.

Tak hanya itu, bank pelat merah ini juga aktif memberikan pendampingan kepada debitur sesuai kebutuhan guna menjaga keberlangsungan usaha.

"Dengan fundamental ekonomi domestik yang tetap solid serta pengelolaan risiko yang disiplin, BNI optimistis kinerja kredit dan kualitas aset akan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×