kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

BNI Multifinance jaga pinjaman bermasalah (NPF) 1,5% sepanjang 2019


Senin, 08 April 2019 / 17:48 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Multifinance menargetkan dapat menjaga pinjaman bermasalah atau non performing financing (NPF) 1,15% di penghujung 2019.

Direktur Utama BNI Multifinance Hasan Gazali Pulungan mengatakan, target NPF tersebut seiring dengan target pembiayaan sebesar Rp 2,5 triliun tahun ini.
Guna mampu mempertahankan risiko pembiayaan, anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100 ini) , telah menyiapkan berbagai strategi.

Mulai dengan menerapkan selektif risiko rendah dengan menggarap kebutuhan debitur BNI yang membutuhkan jasa perusahaan pembiayaan.

"Meningkatkan sinergi dengan relationship manager kecil, Menengah dan Korporasi dengan menyosialisasikan aneka produk BNI Multifinance yang dibutuhkan debitur yang dikelolanya. Meningkatkan kapabilitas SDM yang ada terkait pemahaman Bisnis. Meningkatkan IT untuk mengakselerasi berbagai Transaksi," ujar Hasan kepada Kontan.co.id pada Senin (8/4).

Hingga Maret 2019, NPF BNI Multifinance sebesar 1,07%. Nilai ini naik dibandingkan Maret 2018 sebesar 0,89%. Hasan bilang NPF terjadi lantaran beberapa tagihan debitur yang tertunda pembayarannya. Sedangkan secara segmen, lebih banyak di segmen menengah.

Selain itu, Ia menyebut lantaran terjadinya tren kenaikan NPF di Juli 2018. Ia juga mengklaim NPF di kuartal 1-2019 lebih baik dibanding kuartal 4-2018 sebesar 1,18% menjadi 1,07%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×