Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) akhirnya menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia untuk mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis retail banking dan wealth management milik HSBC di Indonesia atau International Wealth and Premier Banking (IWPB).
Akuisisi tersebut mencakup portofolio nasabah ritel dan wealth dengan layanan keuangan premium, termasuk simpanan, produk investasi seperti obligasi, reksadana, dan asuransi, kartu kredit, hingga kredit ritel.
Langkah akuisisi tersebut diharapkan dapat memperkuat bisnis wealth management OCBC Indonesia.
Baca Juga: BI Naikkan Yield SRBI, Prudential Tak Lagi Masukkan SRBI Dalam Portofolio
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, langkah sejumlah bank asing melepas unit bisnis ritel lebih mencerminkan penyesuaian strategi global dan efisiensi portofolio ketimbang menurunnya prospek bisnis tersebut.
“Pelepasan unit ritel oleh bank asing lebih tepat dilihat sebagai bagian dari realignment strategi global dan efisiensi portofolio,” katanya dalam jawaban tertulis Sabtu (16/5/2026).
Dian mengungkapkan, rencana aksi korporasi untuk pertumbuhan anorganik tersebut sebenarnya telah dikomunikasikan OCBC kepada OJK saat penyampaian rencana bisnis bank periode 2026–2028 pada akhir tahun lalu.
Lebih lanjut, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan OCBC pada 4 Mei 2026, bank tersebut telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Aset dan Liabilitas atau Sales and Purchase Agreement (SPA) bisnis ritel dengan HSBC.
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan Tumbuh 15% per April 2026
Dalam keterbukaan informasi itu juga disebutkan tidak terdapat hubungan afiliasi antara kedua pihak. Sementara nilai transaksi akan ditentukan berdasarkan kesepakatan akhir para pihak.
“OJK menegaskan bahwa setiap aksi korporasi di sektor jasa keuangan dilakukan melalui proses evaluasi yang komprehensif berdasarkan prinsip transparansi, kehati-hatian, dan pengawasan yang ketat,” ujar Dian.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga: DHE SDA Parkir di Himbara, Bank Swasta Atur Ulang Strategi Perputaran Valas
OJK menilai prospek bisnis ritel perbankan di Indonesia masih tetap menjanjikan di tengah maraknya aksi bank asing melepas unit bisnis ritelnya.
Dian menyampaikan, bisnis ritel masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama industri perbankan nasional, meski tantangan yang dihadapi semakin beragam.
“Outlook bisnis ritel perbankan di Indonesia ke depan secara umum masih prospektif dan tetap menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama industri perbankan,” ujar Dian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













