kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

BNI naikkan LDR untuk hindari penalti


Kamis, 19 Agustus 2010 / 13:41 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Negara Indonesia (BNI) akan berusaha menaikkan Loan to deposit ratio (LDR) untuk menghindari terkena penalti dengan membayar giro wajib minimum yang lebih tinggi. Per Juni, LDR BNI masih berada di level 68,21%.

Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto mengatakan salah satu cara yang akan dipilih oleh BNI adalah dengan menggenjot pertumbuhan kredit yang lebih tinggi ketimbang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). "Semoga akhir tahun target tersebut bisa terpenuhi," ujarnya.

Per Juni, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 126,23 triliun. Tahun ini, ditargetkan kredit bisa tumbuh 13%. sementara DPK sebesar Rp 184 triliun.

Informasi saja, berdasarkan penelitian Bank Indonesia (BI) terhadap rencana bisnis bank (RBB) revisi yang terakhir di ajukan oleh bank Juni lalu, BI mengusulkan rentan LDR bank ideal 78%-102%. Bila tidak memenuhi aturan ini bank akan terkena pinalti berupa giro wajib minimum (GWM) maksimal 1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×