kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI: pengirimam uang dari luar negeri naik 30%


Rabu, 15 Agustus 2012 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinopharm di PT Gajah Tunggal Tbk, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Senin (24/5/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/hp.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Sepanjang enam bulan pertama 2012, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melayani pengiraman uang dari luar negeri alias remitansi (remittance) senilai US$ 43 juta.

"Angka tersebut naik 10% dibandingkan pencapaian tahun lalu," kata Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo saat ditemui usai pelepasan "Rejeki Mudik BNI 2012" di Lapangan Timur Senayan, Rabu (15/8).

BNI memprediksi, sepanjang bulan puasa ini, pengiriman uang ke Indonesia bisa naik 30% hingga 40% dari bulan-bulan sebelumnya. "Kami harapkan dalam dua bulan ini bisan naik 30% dibandingkan bulan sebelumnya. Banyak orang yang kirim uang pulang soalnya," jelas Gatot.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan, dari total remitansi selama enam bulan pertama tersebut, 15%-nya berasl dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Pengiriaman terbanyak berasal dari Malaysia, Singapura, Hong Kong, Tokyo, Timur Tengah, dan ada juga yang berasal dari Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×