kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.871   -64,00   -0,36%
  • IDX 5.818   -78,28   -1,33%
  • KOMPAS100 754   -10,10   -1,32%
  • LQ45 575   -8,25   -1,41%
  • ISSI 201   -1,93   -0,95%
  • IDX30 327   -4,78   -1,44%
  • IDXHIDIV20 403   -5,11   -1,25%
  • IDX80 86   -1,18   -1,36%
  • IDXV30 109   -1,02   -0,93%
  • IDXQ30 105   -1,45   -1,36%

BNI proses SOP hedging valas PLN


Senin, 16 Februari 2015 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Intip Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini Jumat, 1 September 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/11/2022.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tengah mengkaji standar operasional prosedur (SOP) untuk proses penawaran fasilitas lindung nilai (hedging) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sedang membutuhkan valuta asing (valas) untuk pembangunan infrastruktur. 

Gatot M. Suwondo, Direktur Utama BNI mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi hedging valas untuk PLN sebesar US$ 200 juta.

“Perlu ada pembentukan SOP. Misalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta ada perhitungan untung rugi dari kepastian lindung nilai itu,” jelasnya, Senin (16/2).

Menurutnya, BNI telah berdiskusi dengan Sofyan Basir, Direktur Utama PLN untuk terus mendukung ekspansi perusahaan listrik ini.

Misalnya, PLN membutuhkan kredit untuk rencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (Mw) untuk lima tahun mendatang. “Saya sudah fasilitaskan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×