kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BNI Siap masuk full ke proyek tol Sumatera


Selasa, 16 Oktober 2012 / 18:42 WIB
BNI Siap masuk full ke proyek tol Sumatera
ILUSTRASI. Seorang petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) siap memberikan fasilitas kredit kepada PT Hutama Karya yang tengah mengerjakan proyek jalan tol trans Sumatera.

"Nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. Kami siap memberikan semuanya," terang Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo, Selasa (16/10).

Sebenarnya pada awal Oktober lalu, BNI baru saja memberikan fasilitas pinjaman kepada Hutama Karya senilai Rp 3,95 triliun. Pinjaman tersebut dikucurkan dalam satu paket skema kredit. Fasilitas pertama adalah cash loan (kredit modal kerja) sebesar Rp 500 miliar. Kedua adalah fasilitas non cash loan sebesar Rp 3,45 triliun.

Dana pinjaman ini digunakan untuk penggunaan seksi pertama dari proyek tarns Sumatra yang akan dilakukan Hutama Karya. Selain menjadi kreditur, BNI juga memberikan masukan agar pembiayaan jalan tol di lintas Sumatera tersebut juga dibiayai menggunakan obligasi.

"Kalau obligasi kami bisa masuk melalui BNI Sekuritas juga," tambahnya. Selain itu, perbankan pelat merah ini menyarankan agar Hutama Karya juga masuk menjadi operator jalan tol di trans Sumatera agar perusahaan tersebut tetap memiliki value tersendiri.

"Jangan habis bangun, langsung dijual. Kan sayang, mendingan jadi operator jalan tolnya dulu," tambahnya. Saat ini fasilitas kredit infrastruktur BNI baru cair separuh. Kendala utamanya adalah permasalahan pembebasan lahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×