kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.982   69,00   0,39%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BOPO multifinance di kuartal I-2018 melandai


Minggu, 24 Juni 2018 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Pembiayaan Kendaraan


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbandingan antara beban dan pendapatan multifinance menunjukkan perbaikan di awal tahun ini. Hal ini tampak dari rasio beban operasional berbanding pendapatan operasional alas BOPO industri yang menurun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per bulan Maret 2018, rasio BOPO multifinance berada di angka 80,02%. Sedangkan pada periode yang sama di 2017, rasionya terparkir di 80,90%.

Hingga kuartal pertama tahun ini, pendapatan operasional dari pelaku industri pembiayaan tercatat di angka Rp 25,45 triliun. Di saat yang sama, beban operasional berada di angka Rp 20,36 triliun.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno bilang pelaku usaha cenderung menekan beban operasional untuk meningkatkan keuntungan. Di antaranya dengan makin selektif memilah sumber pendanaan seefisien mungkin.

"Selain itu dengan perbaikan portofolio kredit untuk menekan NPF," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×