Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi mengungkapkan bakal ada potensi tambahan injeksi likuiditas dari dana saldo anggaran lebih (SAL) ke Himbara.
Hery menjelaskan, pagi ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai pemberi dana SAL. Tadinya, memang ada rencana penarikan lebih awal dari tenor yang ditentukan.
Namun, mempertimbangkan kondisi likuiditas saat ini, disepakati penarikan dana bakal tak dilakukan dalam waktu dekat.
Justru, Hery bilang Kemenkeu berencana menambah penempatan dana SAL di Himbara.
Baca Juga: Kelola Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), BSI Pastikan Likuiditas Tetap Solid
"Jadi sebenarnya kan begini, pemilik dana kan memang Kementerian Keuangan. Nah mungkin Kementerian Keuangan juga punya schedule untuk menarik. Tapi kalau terlalu mendadak ya mungkin kita susah mengelolanya karena likuiditasnya (dana yang ditarik) cukup besar. Tadi pagi sudah ada informasi dari Menteri Keuangan, kemungkinan bukannya ditarik malah mau ditambah lagi," kata Hery saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Sebelumnya, Kemenkeu sempat mengumumkan telah menarik kisaran Rp 130 triliun dana SAL yang ditempatkan di Himbara. Terkait itu, Hery menjelaskan bahwa penarikan yang dimaksud bukan mengacu pada penarikan baru-baru ini.
"Dulu itu kan pertama (ditempatkan dana SAL) Rp 55 triliun, terus ditambah Rp 21 triliun. Tapi Rp 21 triliun sudah diambil. Kemudian sempat ditarik Rp 10 triliun, jadi sebenarnya masih ada Rp 44 triliun sekarang. Sama itu dengan BNI dan lain-lain, besarnya sama," jelas Hery.
Saat ini, ia bilang pihaknya masih menunggu surat arahan lebih lanjut dari Kemenkeu terkait penyetoran kembali dana SAL dari Himbara.
Sejatinya, dana ini ditempatkan dalam bentuk deposito on call dengan tenor setahun yang jatuh tempo pada September 2026 mendatang. Namun, Hery bilang ada kemungkinan pula penyetoran kembali ke pemerintah mundur hingga akhir tahun.
Baca Juga: Soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp 200 Triliun, Ini Respon BRI
"Suratnya belum datang, mungkin lebih jauh dari September," sebutnya.
Pun, pemberian dana tambahan nanti bisa dalam sejumlah skema yang berbeda.
"Kalau nggak salah polanya itu ada yang jangka panjang, ada yang jangka pendek. Kalau yang jangka panjang ya mungkin nggak diambil (segera). Tapi kalau yang jangka pendek mungkin sesuai kebutuhan," tutur Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














