kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Suku Bunga Kredit Sudah 8,79%, Ekonom: Tekanan Biaya Dana Perbankan Berlanjut


Senin, 10 Agustus 2026 / 22:49 WIB
Suku Bunga Kredit Sudah 8,79%, Ekonom: Tekanan Biaya Dana Perbankan Berlanjut
ILUSTRASI. Suku bunga kredit perbankan naik seiring dengan transmisi dari kenaikan BI Rate yang berlanjut. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Suku bunga kredit perbankan naik seiring dengan transmisi dari kenaikan BI Rate yang berlanjut.

Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede mencatat, rata-rata suku bunga kredit per Juni 2026 telah mencapai 8,79%, sementara tekanan biaya dana perbankan (cost of fund) belum berakhir.

Josua mengatakan, secara teori kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) akan diteruskan ke suku bunga pasar uang, deposito, hingga suku bunga kredit, yang pada akhirnya mempengaruhi aktivitas ekonomi riil.

Perkembangan tersebut mulai terlihat dari kenaikan suku bunga kredit maupun deposito. Suku bunga deposito satu bulan tercatat naik dari 4,28% menjadi 4,77%. Sementara itu, suku bunga deposito tiga bulan juga meningkat sekitar 25 basis poin.

Baca Juga: Likuiditas Bank Swasta Kian Ketat, Berikut Indikatornya

"Artinya tekanan biaya dana ini belum sepenuhnya selesai, karena deposito yang jatuh tempo pada semester II ini akan mengalami penyesuaian bunga juga," ujar Josua dalam acara PIER Economic Review Kuartal II 2026, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, transmisi kenaikan suku bunga terhadap suku bunga kredit membutuhkan waktu lebih panjang. Kondisi tersebut membuat perbankan masih menghadapi tekanan biaya dana meskipun terdapat kebijakan pelonggaran likuiditas dari BI.

Di sisi lain, BI telah menggulirkan pelonggaran kebijakan makroprudensial melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan tersebut memberikan ruang likuiditas bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Josua menilai kombinasi antara kenaikan suku bunga dan pelonggaran likuiditas diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit.

"Harapannya, sekalipun tadi di satu sisi ada kenaikan suku bunga, namun juga ada pelonggaran likuiditas di sana, makroprudensial, artinya ini harapannya all in all tetap akan bisa mendukung penyaluran kredit kepada sektor-sektor prioritas," katanya.

Namun, Josua mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan oleh industri perbankan. Risiko utama saat ini adalah likuiditas dan cost of fund yang masih tinggi.

Selain itu, terdapat potensi memburuknya kualitas kredit, terutama yang didorong oleh masyarakat kelas menengah serta sektor ekonomi yang sangat bergantung pada konsumsi kelompok tersebut.

Baca Juga: OJK: Inklusi Keuangan Tembus 93,61%, Literasi Masih Tertinggal

"Yang kedua tadi adalah ada potensi dari pemburukan kualitas kredit, khususnya yang di-drive tadi oleh masyarakat kelas menengah dan juga sektor-sektor ekonomi yang bergantung ataupun yang sangat dipengaruhi tadi oleh konsumsi kelas menengah tersebut," jelasnya.

Risiko lainnya berasal dari pergerakan nilai tukar, suku bunga, dan pasar obligasi. Ketidakpastian geopolitik, harga minyak, serta perkembangan suku bunga global dapat mempengaruhi biaya pinjaman perbankan.

Menurut Josua, kondisi tersebut pada akhirnya juga akan tercermin dalam biaya dana yang harus ditanggung perbankan. Karena itu, meskipun pelonggaran likuiditas dapat membantu penyaluran kredit, tekanan dari sisi biaya dana masih perlu dicermati hingga ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×