Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

BPJS Kesehatan tunggu audit BPKP perihal potensi defisit

Kamis, 14 Maret 2019 / 20:01 WIB

BPJS Kesehatan tunggu audit BPKP perihal potensi defisit
M Iqbal Anas Maruf

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku masih menunggu audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perihal potensi defisit keuangannya tahun ini.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf menyebutkan pihaknya tak bisa memperkirakan namun semua harus menunggu audit BPKP.


"Itu masih dihitung. Kan masih di hitung. Aku tak mau berandai-andai," jelas Iqbal ditemui saat acara penandatanganan nota kesepahaman BPJS Kesehatan dengan ICW di kantor BPJS Pusat pada Kamis (14/3).

Mengenai bauran kebijakan guna atasi potensi defisit, Iqbal menambahkan bahwa saat ini salah satu bauran yaitu rujukan online sudah berjalan dan perlu ditingkatkan.

"Rujukan online sudah berjalan, meskipun banyak juga pelayanan di faskes termasuk RS atau Poli. Kita kan juga konsultasi ke IDI, berapa lama sebenarnya transaksi dokter dengan pasien di ruang. Jangan sampai kecepaten jangan sampai kelamaan. Kalau kelamaan kan rugi RSnya. Kalau terlalu cepet juga diagnosanya nanti nggak tepat. Tapi rujukan online sudah," sambung Iqbal.

Dijelaskan kembali bahwa yang masih menjadi kendala atau masalah ialah mengenai ketersediaan obat. Disinggung mengenai adakah kenaikan mengenai iuran Iqbal menegaskan bahwa hal tersebut merupakan salah satu dalam pembahasan.

"Tak kalah penting adalah apakah karena bocor ini maka defisit, tentu tidak. Tapi yang disampaikan bu Menteri Kesehatan (Menkes) adalah karena antara iuran dan pembiayaan kesehatan itu tidak imbang, kita perlu edukasi masyarakat," kata Iqbal.

Sebelumnya Pengenaan urun biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih digodok. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut penetapan urun biaya tak bisa sembarangan ditetapkan.

Perlu adanya kehati-hatian di dalam penentuan masalah urun biaya BPJS Kesehatan, pembicaraan dengan berbagai pihak terkait juga ditekankan Nila sangatlah penting.


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0490 || diagnostic_web = 0.2954

Close [X]
×