kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPJS Ketenagakerjaan Mencatat Jumlah Peserta Aktif Mencapai 42,5 Juta


Rabu, 03 April 2024 / 18:49 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Mencatat Jumlah Peserta Aktif Mencapai 42,5 Juta
ILUSTRASI. BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat jumlah peserta aktif di bulan April ini mencapai 42,5 juta. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat jumlah peserta aktif di bulan April ini mencapai 42,5 juta. Angka ini diraih dengan sejumlah strategi yang diterapkan oleh perusahaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan untuk meningkatkan jumlah peserta aktif, perusahaan melakukan sejumlah stategi, salah satunya mengunjungi berbagai desa di Indonesia untuk memberikan edukasi.

"Kami mengunjungi desa-desa dan menyasar pekerja-pekerja informal untuk terus memberikan edukasi melalui tokoh masyarakat. Karena mereka lebih mendengar jika yang berbicara dari orang-orang sekitar mereka," kata Anggoro kepada Kontan.co.id, Rabu (3/4).

Baca Juga: Sebanyak 15 Juta Peserta JKN Tidak Aktif Sejak Tahun 2014, Ini Penyebabnya

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dengan Kompas Gramedia di Jakarta (3/4).

Hal ini terbukti dari tiga tahun terakhir yang menunjukkan adanya kenaikkan jumlah peserta pekerja informal secara bulanan. 

Anggoro bilang, hingga April ini, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja informal telah mencapai sebesar 9 juta peserta.

Di sepanjang tahun 2024, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah peserta aktif bakal bertambah 12,40 juta atau menjadi 53,86 juta peserta aktif.

Selain itu, BP Jamsostek memproyeksikan dana investasi hingga akhir tahun 2024 mencapai Rp 812 triliun. 

Realisasi total dana investasi per 31 Januari 2024 sebesar Rp 712,93 triliun, tumbuh 13,03% secara tahunan alias year on year (YoY) dari 31 Januari 2023 yang sebesar Rp 630,72 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×