kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BRI dan Mandiri cari dana segar dari pasar modal


Selasa, 10 Mei 2016 / 06:05 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dua bank pelat merah, yakni Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematangkan penerbitan obligasi tahun ini. Bank Mandiri sudah menunjuk empat underwriter. Sementara BRI telah mengumumkan secara detail penerbitan obligasi berkelanjutan berkelanjutan tahap III tahun 2016.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rencana total penerbitan obligasi bank berkode BMRI ini mencapai Rp 13 triliun hingga Rp 14 triliun. Pada tahun ini, tutur pria yang akrab disapa Tiko itu, Bank Mandiri akan merilis obligasi senilai Rp 5 triliun–Rp 10 triliun.

“Ini untuk kebutuhan alternatif pendanaan,” kata Tiko, Senin (9/5).

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansury menambahkan, nantinya tenor penerbitan obligasi tersebut berkisar antara 5 tahun–10 tahun. Obligasi ini bakal terbit antara akhir semester I dan awal semester II. Selanjutnya obligasi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan likuiditas bank.

Sebab, Bank Mandiri tengah memperlambat penghimpunan dana mahal dari deposito, demi menekan biaya dana atawa cost of fund.

Tiko menegaskan, selain penerbitan obligasi, pihaknya juga sedang menjajaki penerbitan beberapa instrumen lain sebagai alternatif yang berfungsi untuk lebih melaksanakan pendalaman pasar ke pasar uang. “Harapannya akan ada tambahan alternatif lain selain deposito,” ujar Tiko.

Tiko menjelaskan, beberapa alternatif instrumen kedepan yang akan dikaji beberapa diantaranya adalah MTN, NCD dan promosiory notes. Namun untuk instrumen terakhir yaitu promisory notes, kata Tiko, harus ada kejelasan aturan main dari regulator agar banyak bank yang bisa memanfaatkan alternatif pendanaan tersebut.

Sementara BRI berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap III 2016. Bank bersandi saham BBRI tersebut sudah mengumumkan secara resmi ke regulator. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan BRI, lewat obligasi berkelanjutan tahap III ini BRI akan menerbitkan obligasi sebanyak Rp 4,35 triliun.

BRI sudah menunjuk empat sekuritas sebagai penjamin emisi yaitu Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, Indo Premier Securities dan Standard Chartered Securities Indonesia.

Sebagai gambaran, penerbitan obligasi BRI seri III tahun 2016 ini merupakan bagian dari serangkaian penerbitan surat utang BRI, yang ditargetkan dirilis sebanyak-banyaknya Rp 12 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×