kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.970   32,95   0,37%
  • KOMPAS100 1.238   8,86   0,72%
  • LQ45 873   5,46   0,63%
  • ISSI 326   2,03   0,63%
  • IDX30 443   3,05   0,69%
  • IDXHIDIV20 521   4,24   0,82%
  • IDX80 138   1,06   0,78%
  • IDXV30 145   1,40   0,98%
  • IDXQ30 141   1,00   0,71%

BTN Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, Bidik Dana Murah Rp 5 triliun


Minggu, 11 Januari 2026 / 16:10 WIB
BTN Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, Bidik Dana Murah Rp 5 triliun
ILUSTRASI. Layanan produk BTN (KONTAN/Baihaki). BTN dan Pos Indonesia meluncurkan jurus baru: Tabungan BTN Pos. Pahami kenapa layanan digital mereka mengincar Gen Z secara agresif.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos.

Perubahan ini upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan, langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda.

Mengajak mereka bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Baca Juga: BTN (BBTN) Melesat? BRI Danareksa Beri Rekomendasi Beli & Target Harga di Rp 1.300

BTN memperkenalkan kembali produk tabungan e’Batarapos yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 dan telah berevolusi menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan.

“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon dalam siaran pers, Minggu (11/1).

Rebranding produk Tabungan BTN Pos, bukan sekadar perubahan identitas. BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp 5 triliun dalam satu tahun ke depan.

Seiring ekspansi masif layanan perbankan berbasis digital hingga ke pelosok Indonesia.

"Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp 5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan," tegas Nixon.

Baca Juga: RUPSLB BTN: Tambah Komisaris Baru dan Setujui Perubahan Anggaran Dasar

Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi.

Di era digital yang menuntut kepraktisan, nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.

“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.

Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia.

Nixon mengatakan, dengan semakin luasnya daya jangkau BTN melalui jaringan Pos Indonesia, diharapkan semakin besar pula potensi dana masyarakat yang bisa terjaring dari sinergi ini.

“Pos Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang mendukung BTN dalam transformasi pendanaan ritelnya untuk semakin menumbuhkan dana murah. BTN berupaya menjawab tantangan di era digital dengan solusi keuangan komprehensif sehingga BTN dapat menjadi bank transaksional sehari-hari yang mumpuni di sisi teknologi,” ungkap Nixon.

Baca Juga: BTN Perkuat Modal Inti melalui Shareholder Loan Rp 2 Triliun

Untuk dapat bertransaksi menggunakan Bale by BTN di kantor pos, nasabah hanya perlu mengakses Bale by BTN dan memilih menu cardless serta lokasi transaksi, yakni Pos Indonesia.

Selanjutnya, nasabah dapat memasukkan nominal transaksi, yang kemudian diikuti kode token untuk nasabah. Kemudian, nasabah dapat datang langsung ke kantor pos dan melakukan transaksi setor atau penarikan tunai dengan menginformasikan kode token kepada petugas loket pos. 

Sementara itu, logo Tabungan BTN Pos memiliki filosofi transformasi menuju babak baru yang lebih modern melalui sinergi dua instansi yang tepat sasaran. Penulisan dua huruf yang sejajar menandakan kedudukan dua instansi yang setara dalam membangun kerja sama jangka panjang. 

BTN dan Pos Indonesia juga meluncurkan desain baru untuk buku tabungan dan kartu debit Tabungan BTN Pos dengan filosofi perpaduan warna dynamic blue BTN dan delft blue Pos Indonesia. Terdapat logo sayap berwarna oranye yang diambil dari warna dan logo identik Pos Indonesia yang merupakan burung merpati.

Logo sayap tersebut melambangkan tagline kedua instansi yaitu melesat, sedangkan tekstur digital yang dibentuk dari titik dengan alur melengkung diambil dari filosofi peta kontur yang melambangkan ribuan titik layanan diseluruh pelosok indonesia didukung dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga: BTN: Penjualan SBN Tetap Atraktif di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga BI

“Kami berharap dapat lebih banyak mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produk dan layanan bersama Pos Indonesia, yang tidak hanya terbatas pada kerja sama di bidang funding. Dengan begitu, lebih banyak pelanggan Pos Indonesia yang dapat menikmati solusi keuangan yang ditawarkan BTN,” ujar Nixon.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×