kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.853   7,00   0,04%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Era Digital Ubah Strategi Perbankan, Penataan Kantor Cabang Makin Agresif


Minggu, 11 Januari 2026 / 21:42 WIB
Era Digital Ubah Strategi Perbankan, Penataan Kantor Cabang Makin Agresif
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah BRI (KONTAN/Baihaki). Gelombang digitalisasi layanan perbankan terus mengubah lanskap industri keuangan nasional dimana banyak kantor cabang ditutup.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gelombang digitalisasi layanan perbankan terus mengubah lanskap industri keuangan nasional. Salah satu dampaknya adalah semakin banyaknya kantor cabang bank yang ditutup, seiring pergeseran perilaku nasabah ke layanan digital.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai dengan Juni tahun 2025 saja jumlah kantor bank sudah berkurang 632 unit dalam setahun atau menyusut dari 24.170 unit menjadi 23.538 unit pada Juni 2025.

Adapun jumlah kantor cabang bank pelat merah pada Juni 2025 telah menyusut 286 kantor secara tahunan atau mencapai 12.078 unit, dibanding Juni 2024 yang tercatat sebanyak 12.364 unit. 

Kemudian, kantor cabang swasta pada Juni 2025 tercatat menyusut 299 unit menjadi 7.442 unit dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 7.741 unit.

Baca Juga: Masyarakat Masih Susah Menabung Meski Daya Beli Mulai Pulih

Di jajaran pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk misalnya, per September 2025 lalu memiliki 7.405 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Jumlah ini berkurang sebanyak 163 cabang jika dibandingkan jumlah kantor cabang BRI di akhir tahun 2024 lalu yang masih 7.568 unit.

Kemudian PT Bank Mandiri telah mengurangi jumlah kantor cabang sebanyak 42 unit dalam setahun menjadi 2.153 pada September 2025 dibanding September 2024 sebanyak 2.195 unit.

PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga telah mengurangi jumlah cabang menjadi 1.776 unit pada September 2025 dari 1.780 unit di akhir 2024.

Sementara PT Bank Syariah Indonesia (BSI) baru-baru ini resmi membuka kantor cabang baru di area Jakarta Barat.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, BSI membuka kantor cabang baru untuk wilayah/daerah blankspot dan optimalisasi potensi bisnis di daerah-daerah yang memiliki potensi perbankan syariah yang cukup besar. 

“Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat harus melihat physical brand maupun aksesbility yang mudah diakses dan dijangkau, terutama di kota kota besar termasuk Jakarta," ujar Anton kepada kontan.co.id, Jumat (9/1).

Walau demikian, jika dilihat dari laporan presentasi BSI, per September 2025 BSI telah memangkas sebanyak 151 kantor cabang dalam setahun menjadi 1.039 unit dari September 2024 sebanyak 1.190 unit.

Baca Juga: OJK Optimistis Kinerja Perbankan di 2026 Moncer, Ini Alasannya

Anton menjelaskan,  BSI sudah dilakukan penataan cabang ex legacy yang lokasinya berdekatan/berhadap-hadapan.

"Untuk pegawai yang cabangnya ditutup tidak dilakukan pengurangan karyawan melainkan dilakukan realokasi pegawai ke unit kerja lain yang membutuhkan. Tidak ada pengurangan jumlah karyawan dalam rangka penataan cabang," terangnya.

Walau demikian, BSI memiliki rencana untuk menambah cabang baru di tahun 2026 di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk menutup blankspot di wilayah yang cukup potensial.

Di jajaran bank swasta, belum lama ini Bank QNB Indonesia mengumumkan akan menghentikan operasional kantor cabang di Bandung Dago, Semarang Gajah Mada, Surabaya Darmo, dan Jakarta Pluit mulai 5 Januari 2026. Operasional akan dialihkan ke beberapa kantor cabang di Jakarta, seperti Jakarta SCBD dan Jakarta Gajah Mada.

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan menjelaskan, penutupan sejumlah KC/KCP dilakukan seiring penguatan bisnis pada segmen Corporate & Institutional Banking (CIB) dan peningkatan proposisi digital yang dinilai tidak memerlukan unit kerja cabang yang terlalu banyak dengan penyebaran di kota- kota tertentu.

"Selain itu, Bank juga telah mempertimbangkan cost and benefit analysis pada setiap proses penyesuaian jaringan kantor termasuk efisiensi biaya.Bank menyatakan telah melakukan komunikasi dan tindak lanjut termasuk memenuhi hak- hak karyawan terdampak, seperti pengakhiran hubungan kerja sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku," jelas Dian.

Sementara itu PT Bank CIMB Niaga sudah melakukan pemangkasan sebanyak 17 unit per September 2025 menjadi 285 unit dari 302 unit pada September 2024.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah: Pangsa Pasar Perbankan Syariah Bisa Capai 15% pada 2030

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa penyesuaian jaringan kantor cabang dilakukan seiring dengan perubahan kebutuhan nasabah dan meningkatnya transaksi perbankan melalui kanal digital.

“Kami sudah melakukan assessment menyeluruh terhadap jumlah kantor cabang berdasarkan kebutuhan nasabah dan perkembangan transaksi digital yang semakin tinggi. Penurunan jumlah cabang telah kami maksimalkan dalam lima tahun terakhir,” ujar Lani.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×