kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BRI kaji kemungkinan pakai teknologi blockchain


Rabu, 14 Februari 2018 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan deposito perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sedang mengkaji kemungkinan penggunaan teknologi blockchain. Blockchain adalah teknologi yang ada di belakang mata uang digital.

Indra Utoyo, Direktur BRI bilang saat ini bank sedang mengkaji kemungkinan penggunaan teknologi ini. "Khususnya meningkatkan efisiensi ledger clearing, settlement, remitansi, trade finance, dan pembayaran," kata Indra kepada Kontan.co.id, Selasa (13/2).

Menurut Indra, teknologi blockchain adalah sebuah desentralisasi database system, di mana meliputi transaksi-transaksi, dan bekerja dengan data yang diatur melalui serangkaian catatan yang disebut blok.

Saat ini, penggunaan yg sudah umum digunakan adalah untuk platform mata uang digital salah satunya bitcoin. Dalam pengembangannya, blockchain tidak hanya digunakan untuk cryptocurrency, tapi bisa digunakan untuk hal-hal lainnya.

Rencana BRI mengkaji penggunaan teknologi blockchain ini seiring langkah yang akan dilakukan regulator Bank Indonesia (BI).

BI dalam beberapa kesemoatan mengaku sedang menyusun kajian untuk mengeluarkan Central Bank Digital Currency (CBDC), artinya ini sejalan dengan pengembangan teknologi dan mendukung bank untuk mengadopsi teknologi ini dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×