kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

BRI Life Resmi Bentuk Medical Advisory Board Sesuai Ketentuan OJK


Senin, 20 Oktober 2025 / 16:08 WIB
BRI Life Resmi Bentuk Medical Advisory Board Sesuai Ketentuan OJK
ILUSTRASI. Layanan customer care BRI Life. 


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi BRI Life (BRI Life) resmi menunjuk delapan tenaga profesional medis sebagai anggota Medical Advisory Board (MAB) atau Dewan Penasihat Medis. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan.

Seperti diketahui, MAB atau Dewan Penasihat Medis dibentuk untuk membantu perusahaan asuransi dalam memberikan nasihat atau rekomendasi terkait layanan medis, yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto menjelaskan, keberadaan MAB ini diharapkan bisa berfungsi sebagai penasihat dalam aspek medis, terutama terkait kepatuhan medis dalam proses evaluasi klaim, underwriting, deteksi potensi fraud, dan memberikan rekomendasi atas risiko kesehatan calon tertanggung, hingga pengembangan produk asuransi.

Baca Juga: BRI Life Cetak APE Tumbuh 29,3% dan Laba Meningkat 32%

"Terdapat empat dasar pentingnya MAB bagi industri asuransi jiwa. Pertama, kompleksitas industri asuransi kesehatan, yakni tingginya variasi kondisi medispemegang polis dan risiko kesehatan membutuhkan pertimbangan profesional medis," kata Aris dalam keterangan resminya, Senin (20/10/2025).

Kedua, lanjutnya, MAB juga memiliki peran dalam manajemen risiko, di mana dapat membantu perusahaanmeminimalisasi risiko klaim tidak valid, fraud, serta memastikan fairness dalam penentuan manfaat.

Kemudian, dengan keberadaan MAB di BRI Life, Aris berarap hal ini meningkatkan kepercayaan customer dan memperkuat kredibilitas perusahaan dalammemberikan layanan kesehatan yang transparan dan akurat.

Baca Juga: BRI Life Luncurkan Platform Digital Terbaru untuk Penjualan Asuransi Pro Sport

Sebagai informasi, BRI Life telah melakukan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 6 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut tumbuh 8,4% secara tahunan (YoY).

Aris memastikan, dalam mendukung rancangan MAB tersebut, BRI Life telah menyediakan system teknologi informasi (TI) yaitu pendeteksi potensi fraud yang kemungkinan terjadi. 

"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti regulasi OJK melalui penerapan MAB serta penguatan sistem informasi berbasis teknologi yang efektif dan tepat guna," tuturnya.

Baca Juga: Perkuat Layanan, BRI Life Resmikan Healthcare Contact Center

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×