kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Lakukan Stress Test, BBRI Optimistis Kondisi Akan Membaik di Semester II-2026


Kamis, 30 April 2026 / 11:03 WIB
Lakukan Stress Test, BBRI Optimistis Kondisi Akan Membaik di Semester II-2026
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah BRI (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah melakukan sejumlah stress test untuk mengecek ketahanan dalam potensi risiko ekonomi ke depannya.

Stress test merupakan uji ketahanan yang dilakukan bank untuk melihat bagaimana potensi pertumbuhannya di tengah skenario ekonomi terburuk. 

Direktur Manajemen Risiko Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ety Yuniarti mengatakan, BRI memang secara rutin melakukan stress test, tidak hanya ketika terjadi pelemahan ekonomi global saja.

Baca Juga: BBRI Gelar RUPST 10 April 2026, Investor Menanti Kepastian Dividen Meski Laba Turun

Ety menyebut ada beberapa parameter skenario yang digunakan BRI saat stress test, di antaranya adalah pertumbuhan Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP), tingkat inflasi, tingkat suku bunga, fluktuasi kurs rupiah, hingga kemampuan bank mendapatkan komisi.

 

"Parameter-parameter tersebut kita gunakan untuk menyesuaikan asumsi-asumsi ke depan. Sejauh ini kami expect di semester II-2026 kondisi akan membaik," ucapnya dalam paparan kinerja BRI, Kamis (30/4/2026).

Salah satu faktor krusial untuk pertumbuhan bank ke depan, Ety bilang, adalah kenaikan harga minyak. Ia berharap rata-rata harga minyak dunia pada tahun 2026 tidak melebihi US$ 100 per barel.

"Tapi kalau misalnya iya, kami pun sudah melakukan asumsi pesimistik di sisi stress test, dan secara general dari sisi posisi permodalan dan likuiditas masih relatif memadai," tambahnya.

Adapun BRI mencatat permodalan yang tebal. Pada kuartal I-2026, rasio CAR BRI tercatat sebesar 22,9%, berada jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Baca Juga: Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rilis Social Bond Rp 5 Triliun, Kupon Maksimal 5,95%

Terkait likuiditas, rasio loan to deposit (LDR) BRI pada kuartal I-2026 berada di 87%, naik sedikit dari LDR di periode sama tahun 2025 sebesar 86,58%.

Ety optimistis tingkat permodalan dan likuiditas tersebut dapat menyerap potensi tekanan ekonomi yang dapat terjadi ke depannya.

Selain itu, kredit dan pembiayaan BRI saat ini juga didominasi oleh segmen usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM). Kualitas kredit di segmen ini dinilai tidak akan terpengaruh signifikan oleh gejolak global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×