kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BSI Optimistis Pembiayaan Griya Tumbuh Dobel Digit pada Tahun Ini


Minggu, 26 Maret 2023 / 15:41 WIB
BSI Optimistis Pembiayaan Griya Tumbuh Dobel Digit pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan bahwa terdapat pertumbuhan penyaluran pembiayaan griya atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di akhir tahun 2022 lalu.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna menjelaskan bahwa per Desember 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan griya mencapai Rp 48,07 triliun tumbuh 14,39% secara year on year (YoY0) tahun sebelumnya.

“BSI optimis tahun ini pertumbuhan pembiayaan KPR Griya tumbuh dobel digit dari tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Anton menuturkan, pihaknya juga terus menyiapkan strategi pembiayaan yang berfokus pada segmen nasabah yang berkualitas, baik dari sisi kapabilitas finansial maupun optimalisasi pembiayaan individu.

Baca Juga: BRI: E-DMO Pungut Salur Batubara Akan Diluncurkan April 2023

“Perseroan optimis jumlah permintaan pasar akan terus meningkat mengingat mobilitas sudah normal dan kebutuhan masyarakat akan hunian terus tinggi,” tuturnya.

Dikatakan Anton, di awal tahun ini pihaknya memberikan margin pembiayaan setara dengan 2,22% efektif per tahun (fixed 1 tahun). Sementara di tahun berikutnya akan disesuaikan dengan margin pembiayaan yang berlaku saat ini di BSI.

“Adapun transparansi penyampaian margin ini disampaikan oleh bank yang dituangkan saat akad pembiayaan yang disepakati oleh nasabah dan pihak Bank Syariah Indonesia,” katanya.

Anton mengungkapkan, BSI tidak mengenal penerapan bunga floating yang merupakan perhitungan bunga yang besarannya bisa berubah-ubah sewaktu-waktu sesuai dengan suku bunga acuan yang diterbitkan Bank Indonesia.

Baca Juga: Transaksi Agen Laku Pandai Sejumlah Perbankan Semakin Melesat

“Nasabah mengetahui kewajiban yang harus dibayarkan, sehingga dapat mengatur keuangan hingga jangka panjang,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa untuk BSI sendiri penerapan tarif menggunakan perhitungan internal base financing rate (BFR) dan tidak mengacu kepada bank konvensional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×