kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BSI Turunkan Beban Impairment, Permintaan Pendanaan UMKM Meningkat


Rabu, 01 April 2026 / 18:11 WIB
BSI Turunkan Beban Impairment, Permintaan Pendanaan UMKM Meningkat
ILUSTRASI. BSI Dirikan 8 Posko Mudik di Jalur Jawa–Sumatra, Sediakan Layanan Kesehatan hingga Transaksi Digital (Dok/PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI))


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Syariah Indonesia (BSI) terpantau menurunkan pencatatan beban impairment alias pencadangan dua bulan pertama tahun ini, seiring kebutuhan pendanaan yang meningkat pada awal tahun. 

Berdasarkan laporan keuangan Februari 2026, secara bank only BSI mencatatkan beban impairment sebesar Rp 439,37 miliar. Jumlah tersebut turun 9,83% dibanding impairment pada periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 487,25 miliar. 

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menjelaskan, hal itu dilakukan lantaran bank mencermati permintaan pembiayaan yang lebih besar di awal tahun. Apalagi, momen Ramadan dan Idul Fitri acapkali dimanfaatkan pelaku usaha UMKM mengambil dana untuk kebutuhan modal kerjanya. 

Baca Juga: Bank QNB Catat Laba Sebelum Pajak Rp 50,8 Miliar Pada Tahun 2025

“Sebagian UMKM biasanya mengoptimalkan usaha musiman di momen ini,” jelas Wisnu kepada Kontan, Selasa (31/3/2026). 

Faktor lainnya, momentum pelunasan haji juga secara tak langsung membutuhkan dana yang lebih banyak. Kemudian, Wisnu bilang awal tahun juga menjadi momentum berjalannya program institusi dan pemerintah, sehingga kebutuhan dana menjadi lebih besar.

Namun demikian, Wisnu menekankan bahwa secara umum kinerja BSI menunjukkan pertumbuhan yang solid di berbagai indikator utama, termasuk berjalannya fungsi intermediasi dengan baik. 

Salah satunya tercermin dari komposisi DPK yang didominasi dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76% secara tahunan menjadi Rp 366,08 triliun, yang didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06% secara tahunan menjadi Rp 154 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×