kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BSM : Banyak kendala pembiayaan proyek MP3EI


Rabu, 14 Desember 2011 / 14:56 WIB
ILUSTRASI. Kelanjutan event Free Fire X One-Punch Man berikan hadiah menarik, apa saja?


Reporter: Astri Kharina Bangun

JAKARTA. Keinginan Bank Indonesia (BI) agar perbankan syariah meningkatkan pembiayaan di sektor produktif terutama ke proyek-proyek MP3EI masih terkendali beberapa hal.

Bank Syariah Mandiri (BSM) membeberkan, ada dua faktor utama yang menghambat penyaluran pembiayaan.

Pertama, kemampuan pembiayaan bank syariah relatif kecil dibandingkan perbankan konvensional untuk proyek MP3EI yang rata-rata berskala besar.

Kedua, karena kemampuan bank syariah relatif kecil, biaya dana pun lebih tinggi dibandingkan bank-bank besar. Hal ini lantaran bank-bank besar bisa menghimpun dana murah lebih banyak dibandingkan bank syariah.

"Komposisi dana murah Bank syariah sekitar 46% dari total dana pihak ketiga sedangkan bank besar itu bisa 60%-70%. Akibatnya ketika kami bersaing akan kalah dalam harga," ujar Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi, Rabu (14/12).

Ia yang juga menjabat Ketua Kompartemen Perbankan Syariah Perbanas menuturkan ada cara lain yang bisa di tempuh. Hal itu adalah pemberian insentif dari pemerintah agar dana murah bisa mengalir ke bank syariah. Misalnya, dengan menurunkan pajak bagi hasil.

Yuslam mengklaim, meski pembiayaan sektor konsumer perbankan syariah tercatat tinggi, namun hal tersebut tidak selalu berarti buruk.

"Pembiayaan konsumer, misalnya untuk membeli rumah kan menggerakkan ekonomi. Pembangunan rumah meningkatkan permintaan bahan bangunan, membutuhkan tenaga kerja. Sekarang ini potensi untuk pengembangan consumer banking masih tinggi," jelas Yuslam seraya menyebut komposisi pembiayaan konsumer di BSM sebesar 30% dari total portofolio pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×