kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BSM incar pendapatan hasil jasa Rp 1 triliun


Jumat, 04 Maret 2016 / 17:43 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) membidik pendapatan hasil jasa alias fee based income tahun ini mencapai Rp 1 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 6,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 939 miliar.

Direktur Utama Agus Sudiarto mengatakan, untuk mencapai target tersebut, BSM berusaha keras mencari sumber pendapatan non bunga lainnya. Sebab, sejak tahun 2014, anak usaha Bank Mandiri telah menghentikan dana talangan haji.

“Kami sudah berhenti talangan haji sejak 2014, kalau itu berhenti otomatis berkurang fee based income. Tapi, untung bisnis kami yang bergerak di gadai emas dan cicil emas meningkat,” ujar Agus, Jumat (4/3). Tahun lalu, kontribusi fee based income dari bisnis gadai emas sebesar Rp 200 miliar, atau 21,30% dari total pendapatan hasil jasa.

Itu sebabnya, tahun ini, BSM fokus menggenjot bisnis yang bersifat transaction banking, trade finance dan kolaborasi untuk gadai emas dan cicil emas. Selain itu demi mengejar target, BSM juga menargetkan pertumbuhan Rekening Dana Nasbah (RDN) yang nantinya akan mendorong kinerja fee base income.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×