kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Daya Beli Melemah, Pertumbuhan Kredit Multiguna Perbankan Kian Melambat


Minggu, 17 Mei 2026 / 17:41 WIB
Daya Beli Melemah, Pertumbuhan Kredit Multiguna Perbankan Kian Melambat
ILUSTRASI. Pertumbuhan kredit multiguna industri perbankan masih mencatatkan perlambatan di tengah tekanan daya beli masyarakat. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit multiguna industri perbankan masih mencatatkan perlambatan di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit multiguna per Maret 2026 mencapai Rp 1.391,9 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, laju tersebut lebih rendah dibanding Februari 2026 yang tumbuh 8,7% yoy.

Namun demikian, Survei perbankan BI menunjukkan, pada kuartal II-2026 penyaluran kredit konsumsi masih akan diprioritaskan pada segmen KPR/KPA, diikuti kredit multiguna dan kredit tanpa agunan (KTA).

Baca Juga: OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC, Begini Kata OJK

Sementara itu, sejumlah bank besar juga mencatat perlambatan pada segmen kredit multiguna. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), misalnya, mencatat personal loan tumbuh 8,7% yoy menjadi Rp 64,4 triliun per Maret 2026. Namun secara kuartalan, pertumbuhannya hanya 1,5%.

Personal loan BNI ditopang kredit payroll yang naik 9,4% yoy menjadi Rp 60,8 triliun. Sedangkan segmen paylater mencapai Rp 3,7 triliun dengan pertumbuhan minus 0,7% yoy.

Mayoritas debitur personal loan BNI berasal dari segmen pemerintah dan BUMN dengan kontribusi masing-masing 35,8% dan 41,9%. Sisanya berasal dari perusahaan swasta 11,7%, universitas 3,7%, dan fintech 5,2%.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga mencatat pertumbuhan kredit payroll sebesar 9,9% yoy menjadi Rp 151,7 triliun pada kuartal I-2026.

Berbeda dengan PT Bank Mandiri Tbk yang justru mengalami penurunan kredit payroll sebesar 2,17% yoy menjadi Rp 95,2 triliun.

Adapun PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat outstanding kartu kredit, personal loan, dan kredit konsumer lainnya turun 3,3% yoy menjadi Rp 16,35 triliun per Maret 2026.

Sementara PT Bank Central Asia (BCA) mencatat outstanding pinjaman konsumer BCA yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 6,8% yoy menjadi Rp 25,1 triliun per Maret 2026.

Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, mayoritas kredit personal loan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumtif nasabah. Selain itu, pertumbuhan personal loan juga didorong oleh ekspansi basis nasabah BCA yang terus meningkat.

“Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta memperkuat proses credit scoring dan monitoring untuk menjaga kualitas kredit tetap terjaga,” kata Hera kepada Kontan.co.id, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan Tumbuh 15% per April 2026

Hera mengatakan, perseroan memiliki produk personal loan berupa pinjaman tanpa agunan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah.

“BCA Personal Loan dapat diajukan oleh nasabah payroll BCA atau pemegang kartu kredit BCA sebagai kredit multiguna untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, biaya pengobatan, liburan, dan lainnya,” ujar Hera.

Ia menambahkan, BCA juga menyediakan solusi proaktif kepada nasabah guna meminimalkan potensi kredit bermasalah sehingga rasio non performing loan (NPL) personal loan tetap berada pada level rendah dan terkendali.

Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai perlambatan kredit multiguna tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat.

“Penyebabnya karena melambatnya daya beli konsumen yang berdampak juga pada kredit multiguna. Tren tahun ini masih cukup menantang dan akan sangat bergantung pada perbaikan daya beli masyarakat,” ujar Trioksa.

Menurut dia, strategi bank untuk mendorong pertumbuhan kredit multiguna ke depan adalah meningkatkan efisiensi dan memperbesar dana murah agar bunga kredit dapat lebih kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×