kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

BTN Dapat Jatah Tambahan Likuiditas Rp 10 Triliun, Fokus Pembiayaan


Senin, 06 April 2026 / 21:35 WIB
BTN Dapat Jatah Tambahan Likuiditas Rp 10 Triliun, Fokus Pembiayaan
ILUSTRASI. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (KONTAN/Vatrischa Putri)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) kebagian porsi Rp 10 triliun dari tambahan suntikan likuiditas Kementerian Keuangan bulan lalu. Dana tersebut difokuskan untuk menunjang pembiayaan alias kredit bank. 

Mengingatkan saja, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan total dana Rp 100 triliun untuk perbankan di pertengahan bulan lalu. Dari total dana itu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu bilang pihaknya mendapat bagian 10% dan difokuskan untuk pembiayaan. 

Baca Juga: Kinerja Perbankan Februari 2026 Tumbuh Positif, Risiko dan Likuiditas Terjaga

Sebelumnya, Purbaya bilang tambahan likuiditas kali ini bakal diarahkan untuk pembelian surat berharga negara (SBN) sebagai upaya menahan kenaikan imbal hasil (yield) SBN di pasar. Namun, Nixon bilang BTN cenderung melakukan pembelian SBN dengan dana yang sudah ada.

“BTN beli SBN pakai duit sendiri. Tidak ada (arahan khusus untuk beli SBN dengan tambahan dana likuiditas),” kata Nixon saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026). 

Ia menjelaskan, likuiditas tambahan kali ini pada dasarnya memiliki skema yang sama dengan suntikan dana SAL (saldo anggaran lebih) yang dibagikan Kemenkeu pada September 2025 lalu. Yakni, berupa deposito on call dengan bunga 80,476% dari BI-rate. 

Hanya saja, kalau sebelumnya dana SAL pasti ditarik saat jatuh tempo pada September 2026 mendatang, likuiditas tambahan kali ini bisa ditarik sewaktu-waktu. 

Sebelumnya Nixon juga sudah memastikan pihaknya siap mengembalikan dana yang ditempatkan Kemenkeu sewaktu-waktu. Menurutnya, saat ini BTN juga tak memiliki permasalahan berarti dalam hal likuiditas sehingga kesiapan dana mencukupi. 

Baca Juga: Tabungan Haji BCA Syariah Tumbuh Positif, Didorong Layanan Digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×