Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) kebagian porsi Rp 10 triliun dari tambahan suntikan likuiditas Kementerian Keuangan bulan lalu. Dana tersebut difokuskan untuk menunjang pembiayaan alias kredit bank.
Mengingatkan saja, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan total dana Rp 100 triliun untuk perbankan di pertengahan bulan lalu. Dari total dana itu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu bilang pihaknya mendapat bagian 10% dan difokuskan untuk pembiayaan.
Baca Juga: Kinerja Perbankan Februari 2026 Tumbuh Positif, Risiko dan Likuiditas Terjaga
Sebelumnya, Purbaya bilang tambahan likuiditas kali ini bakal diarahkan untuk pembelian surat berharga negara (SBN) sebagai upaya menahan kenaikan imbal hasil (yield) SBN di pasar. Namun, Nixon bilang BTN cenderung melakukan pembelian SBN dengan dana yang sudah ada.
“BTN beli SBN pakai duit sendiri. Tidak ada (arahan khusus untuk beli SBN dengan tambahan dana likuiditas),” kata Nixon saat ditemui di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, likuiditas tambahan kali ini pada dasarnya memiliki skema yang sama dengan suntikan dana SAL (saldo anggaran lebih) yang dibagikan Kemenkeu pada September 2025 lalu. Yakni, berupa deposito on call dengan bunga 80,476% dari BI-rate.
Hanya saja, kalau sebelumnya dana SAL pasti ditarik saat jatuh tempo pada September 2026 mendatang, likuiditas tambahan kali ini bisa ditarik sewaktu-waktu.
Sebelumnya Nixon juga sudah memastikan pihaknya siap mengembalikan dana yang ditempatkan Kemenkeu sewaktu-waktu. Menurutnya, saat ini BTN juga tak memiliki permasalahan berarti dalam hal likuiditas sehingga kesiapan dana mencukupi.
Baca Juga: Tabungan Haji BCA Syariah Tumbuh Positif, Didorong Layanan Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













