kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.902   32,00   0,18%
  • IDX 5.686   -135,24   -2,32%
  • KOMPAS100 734   -18,12   -2,41%
  • LQ45 560   -13,44   -2,35%
  • ISSI 197   -4,32   -2,15%
  • IDX30 318   -7,06   -2,17%
  • IDXHIDIV20 393   -8,51   -2,12%
  • IDX80 84   -2,00   -2,34%
  • IDXV30 107   -1,64   -1,52%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

BTN Resmi Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia


Selasa, 30 Juni 2026 / 13:57 WIB
BTN Resmi Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia
ILUSTRASI. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyelesaikan pengalihan portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia). (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyelesaikan pengalihan portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia). Penyelesaian transaksi tersebut dilakukan pada Senin (29/6/2026) dan menjadi bagian dari strategi kedua bank untuk memperkuat fokus bisnis masing-masing.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pengambilalihan portofolio tersebut memperkuat posisi BTN sebagai bank yang mendampingi nasabah di setiap fase kehidupan, mulai dari kepemilikan rumah hingga memasuki masa pensiun.

"Hari ini BTN secara resmi mengelola layanan pinjaman pensiun dan manfaat pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Tetap Fokus di Perumahan, BTN Siap Genjot Penyaluran Kredit dengan Dana SAL

Menurut Nixon, akuisisi portofolio kredit pensiun tersebut juga sejalan dengan transformasi Beyond Mortgage yang tengah dijalankan BTN. Ia menegaskan bisnis pembiayaan perumahan tetap menjadi inti usaha perseroan, sementara layanan pensiun menjadi pelengkap ekosistem agar hubungan dengan nasabah berlangsung lebih panjang.

"Perumahan tetap menjadi inti bisnis BTN. Yang kami lakukan adalah melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun," katanya.

BTN memastikan proses transisi tidak akan mengubah hak-hak nasabah. Seluruh manfaat yang melekat pada fasilitas kredit, termasuk perlindungan asuransi jiwa kredit, tetap berlaku sesuai ketentuan sebelumnya.

"Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit, tetap sama dan tidak mengalami perubahan," ujar Nixon.

Sementara itu, Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan pengalihan portofolio kredit pensiun merupakan bagian dari langkah strategis perseroan untuk memfokuskan bisnis pada segmen yang menjadi prioritas.

Baca Juga: BTN Kaji Buyback Saham untuk Program Karyawan, Buka Opsi Revisi RBB

"Kami meyakini BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun. Pada saat yang sama, transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia mempercepat fokus pada agenda pertumbuhan strategis kami," ujarnya.

Henoch mengatakan, setelah transaksi ini SMBC Indonesia akan lebih memfokuskan sumber daya dan investasinya pada pengembangan layanan bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi.

Dengan dukungan Grup SMBC, perseroan juga akan terus mengembangkan layanan melalui Jenius, BTPN Syariah, dan Grup OTO untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih inovatif dan terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut transaksi, BTN akan mengirimkan welcome letter kepada seluruh nasabah yang terdampak beserta panduan terkait pengalihan pengelolaan fasilitas kredit.

Adapun pembayaran manfaat pensiun untuk sementara masih akan tetap dikelola oleh SMBC Indonesia hingga terdapat pemberitahuan lebih lanjut. Nasabah juga diimbau tetap melakukan proses autentikasi berkala agar pembayaran manfaat pensiun berjalan lancar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×