kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

BTN Kaji Buyback Saham untuk Program Karyawan, Buka Opsi Revisi RBB


Selasa, 23 Juni 2026 / 16:59 WIB
BTN Kaji Buyback Saham untuk Program Karyawan, Buka Opsi Revisi RBB
ILUSTRASI. BTN membuka peluang melakukan pembelian kembali saham alias buyback seiring dorongan dari Danantara untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membuka peluang melakukan pembelian kembali saham alias buyback seiring dorongan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut, opsi buyback yang tengah dikaji akan difokuskan untuk kebutuhan program kepemilikan saham bagi karyawan, seperti bonus berbasis saham maupun stock option.

Nixon bilang langkah tersebut menjadi alternatif yang memungkinkan, toh porsi kepemilikan saham publik BTN saat ini telah mendekati batas minimum yang dipersyaratkan regulator.

"Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option. Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB," ujar Nixon dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Ciputra Life Beberkan Faktor yang Pengaruhi Nasabah dalam Membayar Premi di 2026

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menambahkan, buyback sejatinya adalah aksi korporasi yang wajar dilakukan ketika harga saham dinilai belum mencerminkan fundamental perusahaan.

Yang mana, perusahaan dapat mempertimbangkan buyback sebagai bentuk investasi terhadap bisnisnya sendiri apabila memiliki fundamental yang kuat.

"Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat," kata Dony.

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk perbankan, memiliki fundamental yang solid sehingga berpotensi terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Di sisi lain, BTN juga tengah memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan anorganik. Salah satunya melalui rencana akuisisi portofolio kredit milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Belum lama ini, BTN telah menandatangani dua perjanjian pengalihan aset kredit dengan Bank SMBC Indonesia pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA).

 

Melalui CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio kredit pensiunan dan pra-pensiunan yang manfaat pensiunnya dikelola TASPEN dengan estimasi nilai mencapai Rp 12,58 triliun.

Sementara itu, melalui CLATA, BTN bakal mengambil alih portofolio kredit terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta kredit pegawai aktif BUMN maupun instansi pemerintah dengan estimasi nilai sekitar Rp 7,34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×