kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Bank Mandiri Catat Laba Tumbuh 18,85% Jadi Rp 18,05 Triliun per April 2026


Senin, 18 Mei 2026 / 16:40 WIB
Bank Mandiri Catat Laba Tumbuh 18,85% Jadi Rp 18,05 Triliun per April 2026
ILUSTRASI. Hingga April 2026, Bank Mandiri mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 18,05 triliun, tumbuh 18,85% dari periode yang sama tahun lalu. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Indonesia Tbk berhasil menjaga laju profitabilitasnya di awal triwulan II tahun ini. 

Hingga April 2026, bank berkode saham BMRI ini berhasil mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 18,05 triliun, tumbuh 18,85% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Berdasarkan laporan keuangannya, capaian tersebut utamanya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank yang tumbuh 9,83% yoy menjadi Rp 27,91 triliun. Jika dirinci, pendapatan bunga bank memang naik 5,99% yoy menjadi Rp 41,96 triliun dan beban bunganya turun tipis 0,9% yoy menjadi Rp 14,04 triliun.

Baca Juga: OJK Beri Relaksasi Pelaporan PSAK 117 bagi Industri Asuransi

Di sisi operasional, bank juga terpantau mengurangi beban impairment dalam periode ini, dengan catatan penurunan 17,08% yoy menjadi Rp 2,50 triliun. Pada gilirannya, itu turut mendorong turun beban operasional bank hingga 15,24% yoy menjadi Rp 5,66 triliun. 

Belum lagi, beban tenaga kerja susut 13,47% yoy menjadi Rp 5,74 triliun dan pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi naik 21,94% yoy menjadi Rp 7,36 triliun. Alhasil, laba operasional bank berhasil tumbuh double digit 18,85% yoy menjadi Rp 22,25 triliun. 

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank juga berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni 18,48% yoy menjadi Rp 1.550,17 triliun. Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 16,61% yoy menjadi Rp 1.649,96 triliun. 

Baca Juga: Perlambatan KPR Perbankan Berpotensi Berdampak pada Kinerja Asuransi Jiwa Kredit

Namun, pertumbuhan DPK masih ditopang dana mahal. Sementara giro bank tumbuh 7,39% yoy menjadi Rp 620,50 triliun dan tabungan tumbuh 5,58% yoy menjadi Rp 474,93 triliun, deposito tumbuh pesat 52,25% yoy menjadi Rp 474,93 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×