Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta asal Sumatra Utara, PT Budi Gadai Indonesia masih mengandalkan dukungan dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) sebagai sumber utama pendanaan.
Di tengah pertumbuhan pendanaan industri pergadaian, perusahaan menyatakan kondisi pendanaan mereka saat ini masih dalam kondisi yang relatif stabil dan masih memadai untuk mendukung kegiatan operasional dan penyaluran pinjaman kepada nasabah.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sumber pendanaan industri pergadaian tumbuh 65,71% year on year (YoY) pada Juli 2026 dengan nilai mencapai Rp 126,93 triliun.
Baca Juga: Kredit Bank Mandiri Tumbuh 17,6%, Aset Tembus Rp 2.359 Triliun
Dengan pertumbuhan pendanaan dan tren suku bunga yang masih tinggi, Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan akan terus mengelola pendanaan secara prudent.
"Dengan memperhatikan kebutuhan bisnis dan kecukupan likuiditas, sehingga dapat mendukung keberlangsungan kegiatan operasional secara berkelanjutan," ujarnya kepada Kontan, Jumat (16/10/26).
Namun meski suku bunga masih menunjukkan tren yang tinggi, perusahaan masih tetap memanfaatkan fasilitas pendanaan dari perbankan secara selektif.
Selain itu, penentuan komposisi pendanaan di Budi Gadai Indonesia juga mempertimbangkan sejumlah hal mulai dari efisiensi biaya, kondisi suku bunga, dan kebutuhan likuiditas untuk memastikan kegiatan operasional dan penyaluran pinjaman kepada nasabah tetap berjalan dengan baik.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga struktur pendanaan yang optimal guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan usaha di tengah dinamika suku bunga.
Sebagai informasi, hingga Agustus 2026 OJK mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian tumbuh 44,60% dengan nilai mencapai Rp 156,61 triliun.
Sementara itu, kendati tidak merinci angkanya, kinerja Budi Gadai Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan penyaluran pembiayaan naik 23,9% dan perolehan laba perusahaan tumbuh 21,1% pada kuartal III-2026.
Baca Juga: Saham Bank Kompak Menguat di Sesi I Selasa (20/10), Investor Asing Net Sell Rp 1,97 T
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














