kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.679   52,00   0,30%
  • IDX 6.389   -152,59   -2,33%
  • KOMPAS100 843   -14,88   -1,73%
  • LQ45 641   -8,85   -1,36%
  • ISSI 221   -6,19   -2,72%
  • IDX30 356   -5,25   -1,45%
  • IDXHIDIV20 445   -4,63   -1,03%
  • IDX80 96   -1,46   -1,49%
  • IDXV30 124   -1,60   -1,27%
  • IDXQ30 114   -1,22   -1,06%

Cadangan devisa minus 8% dalam sebulan untuk menjaga rupiah


Jumat, 07 Oktober 2011 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Wartawan salah satu stasiun televisi melaporkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Astri Kharina Bangun

JAKARTA. Cadangan devisa nasional per 30 September 2011 menyusut 8% atau sekitar Rp 10,1 triliun dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2011. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) menilai jumlah tersebut masih di atas batas aman.

"Cadev memang kita gunakan bila diperlukan untuk menjaga volatilitas nilai tukar yang berlebihan dan berlangsung cepat," beber Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, Jumat (7/10).

Ia menjelaskan, cadangan devisa yang besar merupakan modal jika sewaktu-waktu situasi memburuk akibat kepanikan membeli. Menurutnya, kejelasan penyelesaian masalah di Uni Eropa akan dapat mengembalikan kepercayaan investor yang dilanda sentimen negatif saat ini.

"Begitu pulih saya percaya investor akan kembali lagi karena prospek ekonomi kita yang baik. Nilai tukar akan menguat seiring aliran modal yang akan masuk kembali," papar Hartadi.

Sekedar catatan, selama sepekan rupiah sudah tertekan sebesar 2%. Sampai pukul 10.26 di Jakarta, rupiah berada di level Rp 8.970 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×