kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.972   59,00   0,33%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Cara bank cari pendanaan alternatif selain DPK


Selasa, 04 Juli 2017 / 10:19 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Beberapa bank berencana mencari alternatif pendanaan selain DPK (dana pihak ketiga). Hal ini untuk mengantisipasi meningkatnya pembiyaan pada paruh kedua 2017.

Salah satu opsi pendanaan wholesale funding adalah dari penerbitan obligasi. BTN misalnya, berencana menerbitkan obligasi Rp 3 triliun sampai Rp 5 triliun.

"Kami sedang proses penerbitan obligasi," ujar Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN kepada KONTAN, Selasa (4/7).

Selain obligasi, bank berkode BBTN ini juga akan menjajaki opsi pinjaman. Namun hal ini disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas, jika DPK tidak mencapai target tertentu.

Menurut Farida Thamrin, SVP Treasury Bank Mandiri, pihaknya masih mempunyai ruang penerbitan obligasi sebesar Rp 3 triliun pada 2018.

"Hal ini sesuai dengan rencana penawaran umum berkelanjutan Mandiri 2016 sampi 2018 sebesar Rp 14 triliun," ujar Farida kepada KONTAN, Selasa (4/7).

Menurut Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI pada semester 2 2017, bank akan melakukan penyesuaian (fine tuning) antara kebutuhan tambahan alat likuid dan rencana penerbitan surat utang.

"Pendanaan akan disesuaikan dengan rencana bank tumbuh di sisi aset melanjutkan program yang sudah dimulai semester 1," ujar Herry kepada KONTAN, Selasa (4/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×