kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Catat transaksi Rp 1,3 triliun hingga Juni, berapa besaran MDR QRIS di BCA?


Kamis, 05 Agustus 2021 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Konsumen memindai kode batang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk melakukan pembayaran pada gerai minuman di Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Amanda Christabel | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank sentral terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu instrumen pembayaran. Penguatan kebijakan ini berupa peningkatan limit transaksi QRIS yang awalnya Rp 2 juta menjadi Rp 5 juta per Mei 2021.

Sejalan dengan itu, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk mengakui menyambut baik regulasi tersebut dalam mendukung pemerintah untuk membentuk cashless society. “BCA juga telah bekerjasama dengan sekitar 360 ribu merchant yang tersebar di Indonesia,” ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn kepada KONTAN, Kamis (5/8) siang.

Bank berkode emiten BBCA ini mencatat, transaksi QRIS per Juni 2021 yang dilakukan oleh nasabah BCA mencapai angka Rp 1,3 triliun. “Terkait dengan implementasi MDR, pada prinsipnya kami mengikuti ketentuan regulator Bank Indonesia,” tambah Hera.

Baca Juga: MDR QRIS relatif kecil, CIMB Niaga: Fokus ke transaksi dengan nilai kecil

Sejalan dengan regulasi ini, transaksi QRIS BCA menerapkan MDR ke semua aplikasi pembayaran pada kategori merchant usaha kecil, menengah, dan besar yaitu 0,7%. Sementara itu untuk aplikasi pembayaran pada kategori merchant usaha mikro, bantuan sosial, donasi sosial, dan nirlaba adalah 0%. 

Untuk aplikasi pembayaran pada merchant pendidikan sebesar 0,6%, dan untuk aplikasi pembayaran pada kategori merchant stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) adalah 0,4%.

“Kami juga memperkirakan akan lebih banyak lagi transaksi non-tunai dan tanpa kartu yang akan menjadi bagian signifikan dalam kehidupan normal baru. BCA akan terus berinovasi menyiapkan berbagai inisiatif untuk mendukung kebutuhan nasabah terkini,” tutup Hera.

Selanjutnya: HSBC jadi jawara bisnis bank kustodi pada paruh pertama 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×