kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

CIMB Niaga (BNGA) Berencana Lakukan Buyback Senilai Rp 450 Juta


Kamis, 27 Februari 2025 / 16:08 WIB
CIMB Niaga (BNGA) Berencana Lakukan Buyback Senilai Rp 450 Juta
ILUSTRASI. CIMB Niaga (BNGA) anggarkan Rp 450 juta untuk buyback saham dengan jumlah maksimum 202.000 saham.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau kerap dikenal buyback. Di mana, dana yang disiapkan untuk melakukan aksi korporasi tersebut senilai Rp 450 juta.

Berdasarkan prospektus perusahaan yang diterbitkan Kamis (27/2), biaya tersebut akan digunakan untuk membeli kembali saham dengan jumlah maksimum 202.000 saham. Adapun, saham BNGA yang beredar di masyarakat sebanyak 1,88 juta saham.

Rencana pembelian saham tersebut sejalan dengan pergerakan harga BNGA yang sedang dalam tren koreksi. Dalam sebulan terakhir, BNGA telah mengalami koreksi sekitar 5,22% dan kini menjadi Rp 1.635 per saham pada perdagangan bursa Rabu (27/2) pukul 15.38.

Hanya saja, manajemen menjelaskan dalam prospektusnya tujuan dari buyback untuk meningkatkan kinerja di tengah persaingan ketat dalam industri perbankan. Dalam hal ini, untuk memberikan remunerasi kepada manajemen BNGA.

Baca Juga: CIMB Niaga Japan Desk Dukung Pertumbuhan Bisnis Perusahaan Jepang di Indonesia

“Dirasakan perlu untuk membuat program remunerasi yang bersifat variabel dalam bentuk saham kepada manajemen perseroan yang termasuk material risk taker,” tulis manajemen dalam prospektus tersebut.

Lebih lanjut, manajemen berkeyakinan pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material. Sebab, manajemen menilai bank memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup.

“Perseroan memastikan sumber dana yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembelian saham sepenuhnya menggunakan dana internal perusahaan,” tulis prospektus tersebut.

Rencana tersebut bakal dimintakan persetujuan pada RUPST yang akan diselenggarakan 14 April 2025. Jika disetujui, pembelian kembali saham direncanakan paling lama 12 bulan terhitung sejak RUPST.

Selanjutnya: Dengan BluRDN, Nasabah BCA Digital Bisa Langsung Investasi Saham Tanpa Repot

Menarik Dibaca: Resep Telur Saus Tiram Praktis, Menu Sahur Anak yang Enak Banget

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×