Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN), yang menyebabkan harga obligasi pemerintah semakin murah. Meski kondisi pasar masih bergejolak, PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menilai bahwa SBN tetap memiliki prospek menarik, terutama bagi investor dengan strategi jangka panjang.
Direktur Ciputra Life, Henry Then, menjelaskan bahwa volatilitas harga obligasi saat ini disebabkan oleh faktor eksternal, seperti capital outflow dan tekanan nilai tukar rupiah. Namun, ia meyakini bahwa tekanan ini bersifat sementara dan dapat menjadi peluang investasi.
Baca Juga: Harga SBN Turun, Ciputra Life Lihat Peluang di Tengah Tekanan Pasar
“Kenaikan yield saat ini didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya capital outflow. Kami melihat tekanan ini bersifat sementara, sehingga justru menjadi peluang bagi kami untuk membeli obligasi baru dengan yield yang lebih tinggi,” ujar Henry kepada Kontan, Jumat (28/3).
Henry menambahkan bahwa intervensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dapat membawa dampak positif terhadap pasar obligasi. Jika aliran modal asing kembali masuk, harga obligasi berpotensi menguat, mendukung kinerja investasi di sektor ini.
Meskipun demikian, ia menilai bahwa ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam prospek SBN ke depan, terutama terkait kebijakan suku bunga, inflasi, dan stabilitas fiskal.
Baca Juga: Ciputra Life Telah Bayar Klaim Asuransi Keseharan Rp 20 Miliar hingga Februari 2025
“Dengan harga obligasi yang murah dan yield yang tinggi, hal ini sangat menguntungkan bagi investor dengan strategi hold to maturity. Namun, volatilitas harga obligasi yang tinggi akan menjadi tantangan apabila obligasi tersebut diukur dengan nilai pasar (mark-to-market),” ujar Henry.
Henry mengatakan, per 28 Februari 2025, Ciputra Life memiliki portofolio investasi dengan bobot 54% di instrumen SBN, menunjukkan posisi overweight di aset ini.
Dengan strategi investasi yang fleksibel, Ciputra Life optimistis bahwa instrumen SBN masih menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang, meskipun tantangan pasar tetap harus diantisipasi.
Baca Juga: Ciputra Life Sebut Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja pada 2025
Selanjutnya: Ini Daftar Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, Ada Indonesia
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Serba Gratis Periode 1-15 April 2025, Produk Sasa Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News