kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Clipan Finance Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi NPF hingga Akhir 2026


Rabu, 15 Juli 2026 / 20:29 WIB
Clipan Finance Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi NPF hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Penjualan mobil bekas dengan fasilitas pembiayaan Clipan Finance (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi Non Performing Financing (NPF) hingga akhir 2026. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan faktornya yang perlu dicermati, yakni kondisi makro ekonomi dan daya beli masyarakat.

"Sebagai bagian dari manajemen risiko yang berkelanjutan, perusahaan senantiasa mencermati dinamika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Ke depannya, Harjanto menerangkan Clipan Finance akan menerapkan sejumlah strategi guna menjaga tingkat NPF tetap terkendali. Dia menyampaikan strateginya, yakni terus memperkuat diversifikasi portofolio, disiplin dalam pengelolaan risiko kredit, serta penguatan proses collection.

Baca Juga: Clipan Finance Terapkan Sejumlah Strategi Ini Guna Tingkatkan Laba hingga Akhir Tahun

"Ditambah, menyesuaikan strategi bisnis sesuai perkembangan kondisi pasar untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap terkendali," tuturnya.

Dalam menekan tingkat NPF, Harjanto juga menilai perusahaan multifinance tetap perlu konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent lending) dalam proses underwriting, sekaligus memperkuat monitoring kualitas portofolio secara berkelanjutan agar risiko dapat dimitigasi sejak dini.

Sementara itu, Harjanto mengatakan NPF Clipan Finance hingga pertengahan 2026 masih terjaga pada level yang sehat dan berada di bawah ambang batas ketentuan OJK yang sebesar 5%. Sayangnya, tak diungkapkan angka NPF yang dibukukan. Dia hanya bilang angka relatif stabil, dibandingkan bulan sebelumnya. 

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat NPF gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%, atau memburuk dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%.

Adapun total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 1,71% secara tahunan atau Year on Year (YoY). 

Baca Juga: Clipan Finance Beberkan Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Angka NPF pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×