CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

CNAF Cermati Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Pembiayaan Kendaraan


Selasa, 02 Juni 2026 / 11:05 WIB
CNAF Cermati Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Pembiayaan Kendaraan
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah diprediksi menekan permintaan pembiayaan kendaraan.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap industri pembiayaan kendaraan bermotor. Perusahaan menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan sekaligus meningkatkan risiko kualitas pembiayaan.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menjelaskan bahwa efek pelemahan rupiah dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan terhadap industri pembiayaan, terutama dari sisi permintaan pembiayaan kendaraan.

“Pelemahan rupiah secara jangka pendek berpotensi memberikan dampak terhadap industri pembiayaan, khususnya pada permintaan pembiayaan kendaraan yang mungkin akan mengalami perlambatan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Aktivitas PUAB Naik Terbatas, LPS: Likuiditas Perbankan Masih Memadai

Selain itu, Ristiawan menyebut kenaikan harga kendaraan juga dapat memberikan tekanan terhadap permintaan pembiayaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kualitas pembiayaan apabila kemampuan bayar nasabah turut terpengaruh.

“Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi saat ini,” lanjutnya.

Memasuki sisa tahun 2026, CNAF menilai industri otomotif masih menghadapi berbagai tantangan dan tekanan ekonomi. Kendati demikian, prospek pembiayaan kendaraan diperkirakan masih dapat tumbuh secara moderat seiring harapan perbaikan daya beli masyarakat.

Ia juga menyebut pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri multifinance, meskipun laju pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat pada tahun ini.

Adapun strategi yang dilakukan CNAF adalah menjalankan bisnis secara pruden dengan fokus pada segmen dan profil nasabah yang memiliki kapasitas pembayaran yang baik. Selain itu, perusahaan memperkuat pemantauan portofolio pembiayaan secara berkala guna mengantisipasi risiko pembiayaan di masa mendatang.

Baca Juga: Penurunan Bunga Simpanan Bank per April 2026, Tapi Bunga Simpanan Valas Tetap Tinggi

Hingga April 2026, penyaluran pembiayaan baru CNAF untuk kendaraan roda empat, baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas, tercatat mencapai Rp 1,97 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×