Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai sektor jasa dan industri masih menjadi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang paling potensial untuk dibiayai pada tahun 2026 ini.
Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman, mengatakan, kebutuhan pendanaan dari pelaku UMKM di kedua sektor tersebut masih cukup tinggi seiring aktivitas usaha yang terus berjalan.
“Adapun sektor UMKM yang dinilai memiliki potensi pembiayaan cukup besar berasal dari sektor jasa dan industri, khususnya pada kegiatan usaha transportasi serta perdagangan,” ujar Ristiawan kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: CNAF Salurkan Pembiayaan Baru Kendaraan Roda Empat Rp 1,97 Triliun hingga April 2026
Sejalan dengan potensi tersebut, CNAF telah menyalurkan pembiayaan baru (booking) segmen UMKM sebesar Rp 542 miliar hingga April 2026. Nilai tersebut menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 569 miliar.
Meski peluang pembiayaan masih terbuka, Ristiawan mengatakan perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM.
Menurut Ristiawan, tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan UMKM saat ini masih berasal dari ketidakpastian kondisi ekonomi.
Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,25%, CNAF Waspadai Kenaikan Biaya Pendanaan
Perubahan pola konsumsi masyarakat dan perkembangan kondisi pasar menjadi faktor yang perlu dicermati oleh perusahaan pembiayaan maupun pelaku usaha.
"Di sisi lain, kebutuhan pendanaan UMKM masih tetap terbuka seiring upaya pelaku usaha untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













