kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

CNAF Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar dan Sukuk Rp 900 Miliar pada Semester I-2026


Selasa, 07 Juli 2026 / 17:07 WIB
CNAF Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar dan Sukuk Rp 900 Miliar pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) telah menerbitkan obligasi senilai Rp 200 miliar dan sukuk senilai Rp 900 miliar pada Semester I-2026.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan dana tersebut digunakan untuk pembiayaan modal kerja CNAF yang mencakup investasi, multiguna, serta pembiayaan kendaraan roda empat maupun roda dua.

"Selain itu, digunakan untuk pembiayaan lain sesuai kegiatan usaha CNAF, termasuk pembiayaan konvensional melalui obligasi dan pembiayaan berbasis syariah melalui sukuk," katanya kepada Kontan, Selasa (7/7/2026).

Pada Semester II-2026, Ristiawan menyampaikan rencana penerbitan obligasi selanjutnya oleh CNAF akan mempertimbangkan kondisi pasar. Dia bilang waktu dan besaran penerbitan akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan internal, kondisi pasar, dan tren suku bunga.

"Hal itu diperlukan guna memastikan tercapainya struktur biaya modal (cost of fund) yang paling optimal," tuturnya.

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Terbitkan Sukuk Senilai Rp 900 Miliar Hingga Mei 2026

Lebih lanjut, Ristiawan mengatakan CNAF tengah dalam proses Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance, dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 5 triliun. Dia bilang CNAF akan terus memantau perkembangan pasar dan mengevaluasi peluang yang ada.

Mengenai tren kupon obligasi, Ristiawan mengatakan saat ini menunjukkan kecenderungan meningkat, sejalan dengan kenaikan tingkat suku bunga di pasar.

Dia menerangkan penetapan kupon juga mempertimbangkan kondisi pasar saat penerbitan, termasuk suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), yield obligasi pemerintah sebagai benchmark, kondisi likuiditas, permintaan investor, serta profil risiko kredit internal.

"Dalam hal itu, CNAF tetap berupaya memperoleh pendanaan dengan biaya yang kompetitif melalui pemilihan waktu penerbitan yang optimal dan diversifikasi sumber pendanaan," ungkap Ristiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×