kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.747   8,00   0,05%
  • IDX 6.186   23,86   0,39%
  • KOMPAS100 815   2,75   0,34%
  • LQ45 625   4,57   0,74%
  • ISSI 217   -0,56   -0,26%
  • IDX30 358   3,05   0,86%
  • IDXHIDIV20 441   3,87   0,88%
  • IDX80 94   0,32   0,35%
  • IDXV30 122   0,82   0,68%
  • IDXQ30 115   0,85   0,74%

Dalam tempo setahun, belasan perusahaan multifinance bertumbangan


Jumat, 02 Juli 2021 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Penjualan kendaraan roda dua di salah satu diler Honda di Tangerang Selatan, Kamis (6/5/2021). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/05/2021.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Meski pemain multifinance berkurang, tapi industri masih optimistis bisnis pembiayaan bisa terangkat. Terlebih, multifinance mendapatkan angin segar melalui perpanjangan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) 100%. 

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, kebijakan itu bisa meningkatkan daya beli masyarakat sehingga memberikan kesempatan mereka untuk membeli mobil baru.

“Apalagi di periode sebelumnya, stoknya juga kurang. Jadi untuk masyarakat yang kemarin belum sempat beli karena harus inden sekarang masih bisa beli dengan harga yang murah karena diskon PPnBM itu sendiri,” ujar Suwandi. 

Ia berharap perpanjangan diskon ini bisa meningkatkan kembali pembiayaan mobil multifinance tahun ini. Kemungkinan peningkatan tersebut terbatas karena perbandingan orang yang melakukan kredit lebih sedikit dibandingkan dengan yang membeli secara tunai.

“Kalau dilihat sekarang kan rasio orang-orang yang membeli kendaraan secara tunai lebih besar dengan kira-kira 50% sampai 60%,” tutupnya. 

Selanjutnya: Meski kasus corona melonjak, multifinance masih optimistis mengejar target

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×