kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Dana Pensiun Bank Mandiri Catatkan Return on Investment 5,97% per Kuartal III-2025


Senin, 01 Desember 2025 / 14:21 WIB
Dana Pensiun Bank Mandiri Catatkan Return on Investment 5,97% per Kuartal III-2025
ILUSTRASI. Dana pensiun.  Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) mencatatkan kinerja Return on Investment (RoI) di atas rata-rata industri. ?


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) mencatatkan kinerja Return on Investment (RoI) di atas rata-rata industri. Asal tahu saja, rata-rata RoI industri mengalami pelemahan dari 5,77% per kuartal III-2024, menjadi 5,57% per kuartal III-2025. Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie menyampaikan RoI Dapen Bank Mandiri per kuartal III-2025 sebesar 5,97%. 

"Angkanya tumbuh positif dari posisi kuartal III-2024 yang sebesar 5,86%," ucapnya kepada Kontan, Senin (1/12).

Baca Juga: Sempat Disorot, OJK Beberkan Kondisi Tata Kelola di Asabri dan Taspen Saat Ini

Hadie menerangkan penyebab utama pertumbuhan itu karena adanya peningkatan aset investasi sebesar 6,56%, sehingga hasil usaha investasi bisa tetap terjaga walaupun tren bunga menurun.

Melihat pencapaian tersebut, Hadie optimistis kinerja investasi Dapen Bank Mandiri hingga akhir tahun ini masih dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Adapun penempatan investasi terbesar Dapen Bank Mandiri masih di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi. 

Untuk mendorong kinerja investasi, Hadie mengatakan pihaknya akan melakukan pemilihan instrumen investasi yang paling optimal yield-nya, dengan risiko terukur.

"Menerapkan kombinasi SBN guna melakukan matching dengan kewajiban manfaat pensiun peserta dan obligasi korporasi, termasuk sukuk dan Efek Beragun Aset (EBA), dengan rating minimal AA dan yield rata-rata sesuai asumsi target RKAP 2025," kata Hadie. 

Baca Juga: Adira Finance Genjot Pembiayaan Dana Tunai Jelang Nataru 2025

Selanjutnya: Adhi Karya (ADHI) Tuntaskan Surveillance Audit Integrasi 3 Standar Internasional

Menarik Dibaca: Cessa Gandeng RS Bunda Group, Hadirkan Solusi untuk Bayi Baru Lahir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×