Reporter: Belva Safina | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dana Agunan Nusantara (Danamart), platform securities crowdfunding (SCF) atau urun dana terus memperkuat kualitas portofolio pendanaannya. Danamart menghimpun dana penerbitan efek secara kumulatif sebesar Rp 188 miliar hingga Oktober 2026.
Di tengah upaya memperkuat kualitas portofolio, Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan pengetatan proses seleksi penerbit mempunyai potensi untuk mempengaruhi kecepatan penerbitan efek dalam jangka pendek.
Kendati demikian, menurutnya langkah ini sebagai upaya positif untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan industri Securities Crowdfunding (SCF).
Baca Juga: Total Penerbitan di Urun Dana Danamart Tembus Rp 188 Miliar hingga Awal Oktober 2026
“Bagi Danamart, pertumbuhan tidak hanya diukur dari jumlah penerbitan, tetapi juga dari kualitas proyek, kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya, serta pengelolaan risiko bagi pemodal,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).
Dengan begitu, Cindera menyebut terus memperkuat proses due diligence, termasuk analisis kondisi keuangan, kelayakan bisnis, sumber pengembalian investasi, dan mitigasi risiko sebelum suatu proyek dapat ditawarkan kepada pemodal.
Menanggapi daya beli yang lesu, Cindera melihat kebutuhan pendanaan pelaku usaha masih tetap ada untuk mendukung modal kerja, pengembangan usaha, dan pelaksanaan proyek yang telah memiliki kontrak atau sumber pendapatan yang jelas.
“Justru dalam kondisi seperti ini, SCF dapat menjadi salah satu alternatif akses pendanaan bagi UMKM yang memiliki model bisnis dan prospek usaha yang layak,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (30/10).
Memasuki akhir tahun 2026, Ia mengatakan Danamart akan berfokus pada beberapa faktor, yakni pertumbuhan penerbitan yang berkualitas dan berkelanjutan melalui penguatan proses due diligence, mitigasi risiko, serta pengembangan proyek produktif yang memiliki prospek jangka panjang.
Sebagai langkah ke depan, Danamart akan memperluas peluang pendanaan melalui instrumen utang maupun ekuitas (saham) pada berbagai sektor produktif.
“Salah satu peluang yang juga kami kembangkan adalah investasi ekuitas pada bisnis dengan model operasional yang relatif mandiri (autopilot), memiliki potensi pendapatan berulang (recurring income), serta prospek pertumbuhan jangka panjang, seperti bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang menawarkan peluang kepemilikan saham dan potensi dividen berdasarkan kinerja usaha” ungkapnya.
Baca Juga: Danamart Targetkan Pendanaan SPKLU Rp 1,6 Miliar lewat Securities Crowdfunding
Cindera menyampaikan akan mendorong pendanaan pada sektor energi terbarukan, infrastruktur, pertanian, dan sektor produktif lainnya yang berpotensi memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














